Bulutangkismania's Weblog

Juni 23, 2013

Singapore Open SS 2013 : TontowiLiliyana, Ahsan/Hendra Tumpuan Ganda

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:14 am

li-ning-singapore-openApabila pada turnamen-turnamen besar sebelumnya Indonesia hanya menyandarkan harapan kepada duet Tontowi/Liliyana untuk merah gelar, melihat prestasi Ahsan/Hendra yang cukup konsisten dalam beberapa turnamen terakhir membuat sang merah putih bisa berharap lebih banyak di sektor ganda putra. Keduanya berhasil mempertahankan peluang hingga partai puncak.

 

Menghadapi lawan yang sama seperti pada babak perempat final Indonesia Open SS Premier 2013 pekan lalu, Fu Haifeng/Cai Yun (5), duet Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (SanDra) berhasil menerapkan srategi yang sama dengan agresif menekan dan tak memberikan banyak kesempatan bagi pasangan China tersebut. Dalam laga tersingkat babak semifinal Singapore Open SS 2013 ini, SanDra kembali unggul dengan permainan cepat di depan net, sergapan, netting dan akurasi penempatan yang sempurna sehingga memaksa Fu/Cai untuk mengangkat bola atau melakukan kesalahan sendiri.

 

Unggul jauh 10-4 di gim pertama, SanDra terus memimpin perolehan poin dengan selisih yang cukup signifikan hingga 19-12. Meskipun Fu/Cai mencoba untuk mengubah posisi Ahsan menjadi lebih banyak di depan dan Hendra di area belakang, rotasi dan kesolidan keduanya masih sulit diimbangi oleh tandem China. SanDra menyudahi perlawanan Fu/Cai 21-16 pada gim pertama.

 

Set kedua kembali dimonopoli oleh pasangan Indonesia meskipun beberapa kali Ahsan sempat melakukan kesalahan di depan net. Tak hanya unggul dalam duel drive-drive cepat, tekanan yang konsisten dari SanDra serta penempatan bola-bola unik  mereka yang tak terjangkau membuat tandem sang garuda senantiasa berada di atas angin, 13-7 dan 19-11. Bloking-bloking SanDra di area depan yang juga sempurna dengan kecepatan dan refleksnya membuat Fu/Cai tak memiliki banyak kesempatan untuk menekan dan berkembang. Keduanya seperti kehabisan akal dan akhirnya hanya bermain defensif. SanDra kembali memetik kemenangan 21-14 untuk tiket final Superseries ketiga mereka di tahun ini.

 

“Kami tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan permainan dan mengendalikan pertandingan sejak awal gim pertama dengan agresif menyerang,” kata Hendra soal strateginya.

 

Hasil ini kembali mempertemukan SanDra untuk ketiga kalinya dengan peringkat satu dunia, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae. Final ini juga merupakan laga pamungkas yang ke-3 setelah pada dua turnamen sebelumnya di Malaysia dan Indonesia, SanDra memetik kemenangan dua set langsung atas ganda Korea Selatan tersebut.

 

Ko/Lee sendiri berhasil mengantongi tiket final setelah menundukkan komaptriot mereka, Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong (6). Meskipun sama-sama berbendera Korea, pertandingan antara keduanya tetap berlangsung menarik dan diwarnai dengan adegan jatuh bangun sehingga mengundang decak kagum dari para penonton. Ko/Lee akhirnya menang dua gim langsung,21-15, 21-19.

 

Tontowi/Liliyana Menang Tiga Set

 

Duet nomor satu Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ToLyn, 3) harus berjibaku tiga gim sebelum akhirnya mampu meraih kemenangan atas kompatriotnya, Praveen Jordan/Vita Marissa (PraVi). Sempat unggul di gim kedua, ToLyn sayangnya gagal mempertahankan konsistensinya dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

 

Meskipun sama-sama berbendera Indonesia, duel antara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ToLyn) dan duo junior-senior, Praveen Jordan/Vita Marissa ternyata berlangsung fair dan ketat. Kedua pasangan sama-sama terlihat ngotot dan berusaha maksimal untuk meraih kemenangan. Permainan cepat dan kesolidan ToLyn membuat mereka mendominasi gim pertama dengan keungggulan 13-6. PraVi yang lebih banyak tertekan akhirnya menyerah 11-21.

 

Set kedua kembali dikuasai ToLyn saat peraih mahkota All England Open SS Premier edisi 2011 dan 2012 tersebut mampu unggul jauh hingga 14-8. Namun peluang yang ada ternyata sirna saat kesalahan beruntun yang dilakukan ToLyn membuat PraVi bangkit dan berbalik mendapatkan momentum untuk memaksakan rubber game. Enam angka beruntun yang dikoleksi PraVi setelah menyamakan kedudukan di titik 15 membuat PraVi berhasil menutup gim kedua, 21-16.

 

Meskipun kalah dalam kesolidan dan pengalaman bertanding, Praveen ternyata memiliki keunikan sendiri dengan kemampuannya mengolah serangan dan smash-smashnya yang keras dan tajam. Hal tersebut tidak hanya ditunjukkan Praveen di paruh akhir gim kedua namun juga sepanjang set ke-3. Sementara itu Vita Marissa di usianya yang senior berhasil melakukan bloking di area depan sehingga beberapa kali ampuh menyulitkan ToLyn. Meskipun ToLyn senentiasa memimpin perolehan angka, PraVi berhasil menempel ketat perolehan keduanya hingga menyentuh angka kritis 17-17.

 

Pertandingan akhirnya menjadi kian ketat saat PraVi mampu menunjukkan pertahanan yang kokoh dan beberapa kali harus jatuh bangun mengembalikan bola-bola sulit ToLyn. Penenonton pun berdecak kagum menyaksikan atraksi memukau Liliyana dan Vita di depan net serta smash-smash silih berganti yang dilancarkan Tontowi dan Praveen. Beruntung pada poin-poin kritis ToLyn berhasil menguasai keadaan dan merebut kemenangan 21-18.

 

“Seharusnya kami bisa menang straight game saat leading 14-8 di game kedua. Sayangnya kami banyak salah sendiri saat pengembalian bola tanggung, konsentrasi kami jadi buyar,” ungkap Liliyana seperti yang dirilis situs PBSI.

 

“Kami sudah mengira kalau pertandingan ini akan ketat. Vita adalah pemain yang berpengalaman, sementara Praveen walau masih junior tetapi dia cukup bagus,” Tontowi menambahkan.

 

“Walau kami lebih diunggulkan, tapi kami tak ada beban. Kami tahu kalau melawan teman sendiri pasti lebih sengit karena sudah tahu kebiasaan masing-masing. Tadi beberapa strategi saya bisa dibaca oleh Vita, begitu juga sebaliknya, saya bisa membaca taktik Vita. Tapi sebagai pemain berpengalaman, Vita bisa mengubah taktiknya dengan cepat,” lanjut Liliyana.

 

Sementara itu, PraVi yang sebelumnya membut kejutan dengan menyingkirkan ganda unggulan Indonesia lainnya, Muhammad Rijal/Debby Susanto (5) mengakui hari ini mereka mampu tampil lepas. Tidak ada tekanan karena posisi ToLyn lebih diunggulkan

 

“Kami bermain nothing to lose dan lepas, karena saya tahu kalau kemampuan Tontowi masih diatas Praveen,” ujar Vita.

 

Kemenangan ToLyn akan mempertemukan mereka dengan pasangan Korea Selatan, Yoo Yeon Seong/Eom Hye Won. Yoo/Eom yang di babak sebelumnya sempat membuat kejutan dengan mengalahkan sang penakluk China, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, kembali memetik kemenangan atas ganda Korea Selatan lainnya, Shin Baek Choel/Jang Ye Na, 21-13, 21-17.

 

Jang Ye Na sendiri sebenarnya merupakan pasangan dari Yoo Yeon Seong sedangkan Shin Baek Choel pada awalnya berpasangan dengan Eom Hye Won. Namun karena Yeon Seong sedang mengikuti wajib militer dan hasil buruk Shin/Eom dalam turnamen Superseries pembuka tahun 2013 di Malaysia dan Jepang, sang pelatih akhirnya memutuskan untuk mengganti Shin dengan Jang Ye Na. Hasil positif langsung dituai keduanya dengan menjadi kampiun German Open GP Gold 2013 yang membuat keduanya tetap bertahan sebagai pasangan hingga saat ini (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: