Bulutangkismania's Weblog

Juni 24, 2013

Singapore Open SS 2013 : Tommy, “Saya Berharap Jadi The Next Taufik Hidayat”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:08 am

li-ning-singapore-openIndonesia kembali menambah perbendaharaan gelarnya di turnamen ini setelah pada sektor tunggal putra Tommy Sugiarto berhasil mengatasi perlawanan sang juara bertahan, Boonsak Ponsana melalui pertarungan melelahkan selama tiga gim. Permainan berdurasi 69 menit tersebut berlangsung ketat dengan reli-reli panjang yang mempertontonkan kekuatan berimbang antara para finalis.

 

 

 

Kedua pemain yang memiliki pertahanan memukau akhirnya saling mengandalkan kesalahan sendiri yang dilakukan sang lawan maupun pengembalian yang tak sempurna. Pada awal gim pertama keduanya juga tampak bermain hati-hati dengan tampil taktis dan lebih sering bermain reli. Pengaturan tempo yang cukup lambat dan berubah menjadi cepat saat menyerang menjadi senjata pamungkas keduanya. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan Tommy serta smash-smash dan penempatan bola Boonsak yang cukup efisien membuat tunggal Thailand tersebut unggul 4-0 hingga 11-5.

 

Tommy1Tommy akhirnya mampu menyamakan kedudukan di angka 13 setelah tampil lebih agresif dan mengubah variasi serangan. Namun perjuangan Tommy tidak berlangsung mudah. Pemain peringkat 13 dunia tersebut harus melakukan serangan smash berkali-kali untuk bisa menembus pertahanan Boonsak yang luar biasa. Setelah saling berjibaku di angka 15-15, Tomy sebenarnya sempat membuka peluang ketika unggul dua angka beruntun dari smash yang di luar jangkauan Boonsak dan ketrampilan Tommy mengatur ritme permainan.

 

Boonsak kembali mampu berbalik unggul dan menyentuh game point 20-18 dengan memanfaatkan kesalahan sendiri yang dilakukan Tommy. Namun anak dari sang legenda bulu tangkis Indonesia, Icuk Sugiarto ini tak menyerah begitu saja bahkan sempat menyamakan angka saat mampu menampilkan tekanan smash beruntun dan refleks cepat dari sergapan bola di depan net ke area baseline Boonsak. Permainan terburu-buru Tommy di dua poin terakhir yang menghasilkan bola tanggung dan pengembalian tak sempurna memastikan kemenangan Boonsak 22-20.

 

Boonsak1Set kedua menjadi antiklimaks permainan Boonsak. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh peringkat 4 dunia tersebut membuat Tommy dengan mudah mendominasi pertandingan. Terus memimpin dari kedudukan 7-2 hingga 16-4, Tommy tak terbendung untuk memaksakan rubber game 21-15. Boonsak akhirnya mengakui bahwa strategi ini dijalankannya untuk menyimpan energi agar bisa lebih maksimal di set ketiga.

 

“Saya banyak melakukan kesalahan dan ketinggalan jauh di gim kedua, jadi lebih baik saya ambil set ketiga saja. Pada gim kedua saya merasa kelelahan dan mau simpan energi untuk set selanjutnya,” urai Boonsak.

 

Boonsak2Pada awal gim ketiga Tommy sempat mendapatkan perawatan medik karena cedera di ujung jari kaki kanannya. Beruntung hal tersebut tidak berpengaruh banyak kepada performa Tommy. Boonsak berhasil membuktikan ucapannya dan sempat kembali tampil maksimal pada gim penentuan. Serangan smash dan permainannya di depan net beberapa kali merepotkan Tommy. Namun pemain Indonesia tersebut masih memiliki stamina prima sehingga mampu tampil agresif dan berhasil menyerang balik untuk meraih poin demi poin.

 

Unggul 4-1 Tommy terus melaju hingga 8-4 dan 11-7 pada jeda interval ketika berhasil mempercepat tempo dan bermainan taktis dengan reli-reli permainan lob, smash, drop shot dan netting yang menyulitkan Boonsak. Kesalahan beruntun yang dilakukan Boonsak membuat Tommy senantiasa unggul dalam perolehan angka. Tommy bahkan mampu membalikkan smash keras Boonsak dengan pertahanan tak terduga di area baseline.

 

Boonsak sempat memperkecil selisih poin menjadi 12-13 saat Tommy beberapa kali mencoba memaksakan bola dengan serangan-serangannya. Keadaaan tersebut berbalik menjadi bumerang dan menguntungkan Boonsak. Permainan depan Tommy yang luar biasa dengan kolaborasi penempatan bola ke area belakang serta terus agresif memanfaatkan setiap peluang yang ada memaksa Boonsak harus tampil rapi dan cepat. Namun kesalahan sendiri yang beberapa kali dilakukan oleh pemain nomor satu Thailand ini, bahkan di beberapa pukulan Boonsak terlihat ragu-ragu dengan pengembaliannya.

 

Tommy2Kesempatan ini digunakan dengan maksimal oleh Tommy untuk memimpin jauh dan meraih match point 20-14. Boonsak sempat menambah koleksi poin saat tampil menekan dengan smash nya dan dikembalikan tanggung oleh Tommy. Servis tinggi Boonsak yang tepat mendarat di garis baseline dan dinyatakan masuk kian membuat tegang pertandingan ini. Netting tanggung Tommy yang disergap langsung oleh Boonsak mengubah kedudukan menjadi 20-17. Pengembalian Boonsak yang terlalu jauh ke belakang memastikan kemenangan Tommy sekaligus menjadi sejarah gelar Superseries pertama di sepanjang karirnya, 22-20.

 

Tommy5“Saya merasa sangat letih pada pertandingan ini bahkan lebih letih dari pertandingan sebelumnya. Tapi bagaimanapun juga tahun depan saya akan kembali karena saya sangat menghargai dukungan dari para penonton disini,” sahut Boonsak.

 

Tommy sendiri mengakui bahwa stamina menjadi kunci penting kemenangannya. Tommy sudah mengaku siap jika harus bertanding lebih lama dibandingkan dengan laga sebelumnya di babak semifinal.

 

 

Tommy3“Tentunya senang sekali bisa meraih gelar superseries pertama. Kemenangan terakhir dari Boonsak membuat saya yakin bisa mengalahkan dia. Di pertandingan tadi saya terus membuat Boonsak berlari kesana-kemari, karena saya merasa lebih unggul dari segi stamina,” kata Tommy seperti yang ditulis situs PBSI.

 

“Saya sadar kalau saya menang di game kedua, saya punya peluang besar untuk menang. Tapi saya juga antisipasi kalau Boonsak akan lebih fight di game ketiga. Sebelum bertanding, saya sudah siap untuk pertandingan panjang yang melelahkan, bahkan lebih melelahkan dari semifinal,” lanjut Tommy.

 

Tommy-Boonsak“Kemenangan ini semakin meningkatkan kepercayaan diri saya khususnya untuk memenuhi target baru saya di Kejuaraan Dunia bulan Agustus mendatang,” ucap Tommy.

 

Kemenangan ini ditujukan Tommy untuk para pendukungnya khususnya orang tua yang ikut memberikan peran dalam perkembangan karir bulu tangkisnya.

 

Tommy4“Memiliki orang tua sebagai legeda bulu tangkis terkadang memberikan beban bagi saya. Tapi saya menyikapi hal tersebut dengan positif untuk memotivasi diri dan tampil lebih baik. Saya sangat berharap bisa menjadi ‘the next’ Taufik Hidayat untuk Indonesia tapi jalan saya masih panjang menuju kesana,” papar Tommy tentang harapannya.

 

“Kemenangan ini untuk kedua orang tua saya yang tak henti-hentinya memberikan dukungan. Juga untuk semua pihak yang sudah membantu saya seperti pelatih, PBSI, teman-teman, serta pacar saya,” pungkas Tommy (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: