Bulutangkismania's Weblog

Agustus 9, 2013

BWF World Championships 2013 : Sektor Tunggal Menyisakan Tommy

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:35 am

2013_World_Championship_posterSetelah tertutupnya peluang di sektor putri, Tommy Sugiarto (8) yang menjadi andalan terakhir Indonesia di nomor putra berhasil mempertahankan harapan merah putih dengan menggenggam tiket perempat final. Dua pemain senior, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro sudah lebih dulu tumbang di laga perdana sedangkan Hayom Rumbaka yang sempat memberikan perlawanan atas unggulan teratas, Lee Chong Wei akhirnya menyerah dalam laga tiga gim pada babak kedua.

 

Tommy Sugiarto sukses mempertahankan asa Indonesia dengan menjadi satu-satunya wakil yang tersisa di sektor tunggal pada babak delapan besar. Menghadapi sang penakluknya di ajang Indonesia Open SS Premier 2013 yang lalu, Marc Zwiebler (11), Tommy mampu tampil lebih baik dan menuntaskan revans kekalahannya atas wakil Jerman tersebut. Meskipun sempat kehilangan fokus permainan dan terkejar hingga balik tertinggal di angka kritis gim pertama, Tommy mampu bermain lebih matang dan merebut kemenangan 21-19.

 

Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Tommy saat memasuki interval gim kedua membuat Zwiebler mampu mengambil alih pimpinan perolehan poin hingga kedudukan 12-10. Namun Tommy kembali tampil agresif dengan terus menekan dan taktis di depan net sehingga membuatnya unggul 16-12 hingga 20-13 dan akhirnya memastikan kemenangan 21-14.

 

“Saya merasa ada kemajuan dari pertemuan sebelumnya, karena persiapannya lebih matang dan ada evaluasi juga dengan pelatih. Alhamdulillah saya dapat kesempatan lagi bertemu Zwiebler dan bisa revans. Hasil hari ini menjawab opini-opini soal pertemuan saya sebelumnya yang dinilai kurang baik,” kata Tommy seperti yang diungkap website PBSI.

 

“Pada gim pertama saya usahakan selalu fokus, karena kami sama-sama ingin menang di gim pertama. Saya kalah angin di gim pertama, jadi lawan selalu bisa kontrol, pertandingan ini lebih melelahkan. Tapi saya tadi optimis merebut game pertama, supaya di gim kedua mainnya enak,” lanjutnya kemudian.

 

Sementara itu sang pelatih, Joko Suprianto menilai hari ini Tommy mampu menjalankan strateginya dengan baik. Kepercayaan diri peringkat 8 dunia ini juga kian meningkat sehingga membuatnya mampu meraih kemenangan.

 

“Hari ini Tommy bisa menjalankan instruksi dengan baik. Kepercayaan diri Tommy juga meningkat dari sebelumnya. Saat memimpin di game kedua, Tommy agak kendor dan ini seharusnya tidak terjadi. Tommy sadar akan hal ini, dia tidak mau menyerah dan tetap disiplin dengan permainannya,” papar Joko Suprianto yang merupakan kampiun Kejuaraan Dunia 1993.

 

Kemenangan ini akan mempertemukan Tommy dengan unggulan teratas, Lee Chong Wei. Lee sendiri tak menemui banyak kesulitan untuk menghentikan perlawanan wakil tuan rumah, Wang Zhengming (14). Dalam laga cepat berdurasi 37 menit tersebut, Lee membukukan kemenangan telak 21-12, 21-7.

 

“Saya senang bisa ketemu Chong Wei di babak perempat final sebuah turnamen besar seperti World Championships 2013 ini. Walau dia lebih diunggulkan, tetapi saya mau berusaha dulu. Tiap pemain punya waktu peak sendiri, hari ini main bagus, besok belum tentu bisa bagus juga,” tutur Tommy.

 

Bertemunya Tommy dengan peringkat satu dunia tersebut juga membuka peluang untuk membalas kekalahan rekannya, Hayom Rumbaka pada babak sebelumnya. Dalam laga 32 besar tersebut, Hayom sebenarnya mampu tampil lebih baik khususnya pada gim pertama namun sayangnya pada dua gim selanjutnya permainan Hayom sudah mampu dibaca oleh Chong Wei.

 

Dalam pertandingan berdurasi lebih dari satu jam tersebut, Hayom mampu merebut kemenangan 21-14 di gim pertama. Namun usai kedudukan 5-7 di set kedua, kendali permainan kembali dipegang oleh Chong Wei sehingga mampu merebut 8 poin beruntun. Meskipun Hayom sempat memperkecil selisih poin 18-20, Chong Wei lebih dulu menutup gim kedua dan memastikan rubber game, 21-18.

 

Gim ketiga menjadi antiklimaks permainan Hayom yang beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Tidak seperti pada dua set sebelumnya dimana Hayom tampil ngotot, kali ini justru Hayom yang sudah berada pada posisi tertinggal tak banyak berinistiatif untuk menyerang. Pengalaman Chong Wei sebagai peringkat satu dunia membuatnya berhasil mematahkan perlawanan Hayom dengan 7 angka beruntun, 21-11.

 

“Saya terkejut dengan permainan Hayom, saya tahu dia adalah pemain serang, tapi saya tidak sangka dia akan bermain seperti ini. Hayom sudah banyak kemajuan,” kata Chong Wei usai pertandingannya.

 

“Saya banyak melakukan kesalahan sendiri hingga tertinggal, tapi kemudian saya bisa lebih sabar. Pertandingan ini menjadi wake up call untuk saya, banyak pemain muda yang ingin mengalahkan saya, saya akan lebih waspada lagi,” lanjutnya kemudian.

 

Hayom sendiri mengaku persiapannya kali ini lebih matang dibandingkan sebelumnya. Namun pengalaman Lee sebagai pemain senior peringkat satu dunia menjadi kunci kemenangan pemain negeri jiran tersebut.

 

“Saya sudah banyak persiapan melawan Chong Wei, saya sudah tahu mau main seperti apa. Semua yang saya diksusikan dengan pelatih, bisa saya jalankan di lapangan. Kalau dilihat, saya memang main jauh lebih tenang, karena dari Jakarta sudah latihan main seperti ini. Kondisi shuttlecock yang berat tidak memungkinkan saya bermain dengan tipe serang sepenuhnya, harus sabar, ada kesempatan baru serang,” terang Hayom.

 

“Pada game kedua, saya sudah berusaha untuk adu serangan dengan Chong Wei, tetapi belum berhasil. Chong Wei juga mengubah permainan jadi lambat. Di game penentuan, Chong Wei sudah diatas angin dan saya sulit buat mengejar. Disinilah pengalaman berbicara, Chong Wei lebih unggul,” lanjut Hayom.

 

“Saya merasa kurang konsentrasi di pertandingan ini, habis memukul bola, saya seperti blank dan hilang fokus. Tadi saya merasa kalah cepat dan sering kaget menerima pengembalian lawan,” jelasnya kemudian.

 

Permainan Hayom juga mendapatkan pujian dari Kabid Pelatnas, Ricky Subagja meskipun sempat menyayangkan antiklimaks pada set ketiga. “Hayom tadi bermain normal, dia bisa mengeluarkan semua pukulan dan serangannya. Sayangnya di game ketiga tidak mau memaksa. Namun secara keseluruhan, Hayom tampil bagus hari ini,” ujar Ricky.

 

Sementara itu sang pelatih Joko Supriyanto menilai bahwa penampilan Hayom kali ini jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. “Hayom banyak sekali mengalami kemajuan. Pertama, keyakinannya sudah lebih kuat. Kedua, fighting spiritnya juga meningkat, biasanya dia kalau ketinggalan ya dilepas, tapi tadi di game kedua dia bisa melawan, ini sudah bagus,” tutur Joko.

 

“Hari ini dia memang bermain tenang sekali. Pada gim pertama itulah Hayom bisa mengeluarkan permainannya yang tidak disukai oleh Chong Wei. Awal gim kedua, permainan masih sama seperti gim pertama. Tetapi setelah memimpin 4-1, Hayom keluar dari jalur pemainannya. Dia ingin buru-buru menghabisi Chong Wei. Permainannya sudah kedikte, Chong Wei sudah siap untuk diserang. Kesalahan yang sama terulang lagi pada gim ketiga. Sudah unggul, Hayom keluar lagi dari jalur. Awalnya dia sabar menunggu peluang untuk bisa mengeluarkan smash yang jadi senjatanya. Tetapi kemudian dia malah banyak bermain drive, Hayom tidak bisa menemukan irama permainannya lagi. Chong Wei juga unggul dari segi pengalaman. Hayom melihat kalau Chong Wei bisa tenang, ini yang membuat Hayom ingin segera menghabisi Chong Wei, tapi justru jadi bumerang buat hayom,” Joko menjelaskan pertandingan Hayom panjang-lebar.

 

“Secara keseluruhan, saya puas dengan perubahan Hayom dan penampilannya hari ini. Fighting spirit nya oke, konsentrasi juga bagus. Hal yang mesti ditingkatkan adalah keinginan untuk menang harus lebih besar, terutama saat menghadapi pemain-pemain unggulan. Dia tahu kelebihan dan kekurangannya dimana. Kuncinya ada di Hayom, dia sebetulnya mampu. Dari segi pemainan, pukulan, teknik, Hayom sebetulnya mampu untuk menjadi seorang juara, tinggal motivasi nya ditingkatkan lagi,” lanjut Joko.

 

Kekalahan Hayom atas Chong Wei ternyata membuat pamungkas Indonesia, Tommy Sugiarto justru termotivasi. “Kemarin saya menonton pertandingan Hayom vs Chong Wei. Menurut saya Hayom sudah tampil maksimal dan tidak mudah putus asa, ini membuat saya termotivasi. Bahwa kita masih bisa mengimbangi permainan pemain kelas dunia,” sahut Tommy.

 

“Mudah-mudahan kita bisa membalas kekalahan Hayom lewat Tommy. Kami sudah siap mau menghadapi siapapun,” kata Joko mengamini pernyataan Tommy.

 

Simon, Sony Tersingkir

 

Hasil yang tak maksimal justru di torehkan oleh dua pemain senior, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro. Kedunya harus angkat koper lebih dini di babak pertama. Simon di luar dugaan takluk atas tunggal Taiwan berperingkat 31 dunia, Hsu Jen Hao. Sementara itu Sony Dwi Kuncoro gagal mempertahankan gengsinya sebagai unggulan ke-10 di turnamen ini setelah menyerah dua gim.

 

Kekalahan Simon Santoso atas pemain Taiwan, Hsu Jen Hao setelah berjibaku tiga gim dinilai sangat mengejutkan. Simon tampil dibawah performa terbaiknya dan seharusnya bisa memberikan perlawanan lebih baik lagi. Setelah berjibaku 75 menit, Simon akhirnya menyerah 21-11, 14-21, 20-22.

 

“Ada juga pengaruh karena sudah lama tidak bertanding, saya jadi gugup, ini membuat gerakan dan tempo permainan saya tidak pas. Bahkan dapat bola enak pun, mengembalikannya tidak pas, akibatnya jadi menyangkut di net atau keluar lapangan,” kata Simon.

 

“Saya juga masih sering bermain terburu-buru. Mungkin suasana pertandingannya sudah dapat, tapi perubahan permainan kurang cepat. Memang tidak mudah tampil di sini, angin di lapangan cukup kencang, bola yang digunakan juga berat,” lanjut kampiun Indonesia Open Superseries Premier 2012 ini.

 

“Pada gim pertama saya kalah angin, jadi lebih enak mengontrol bola. Saya bisa bermain sabar, tetap menyerang, tetapi tidak terburu-buru. Di game kedua justru saya yang tidak sabar, kontrol bola kurang, bola masuk saya kira keluar. Saat itu saya ketinggalan dan terlalu jauh untuk mengejar,” jelas Simon soal pertandingannya.

 

Simon sempat menghembuskan angin segar saat ia memimpin perolehan skor di game penentuan, dengan kedudukan 19-18. Sayangnya ia kembali melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu hingga tiket babak kedua jatuh ke tangan lawannya.

 

“Saya kurang sabar, terlalu buru-buru mau mematikan bola. Padahal tidak mudah untuk mematikan bola. Di poin-poin kritis, dua bola tanggung justru gagal saya kembalikan karena menyangkut di net,” lanjutnya kemudian.

 

“Saya bertanding di kejuaraan ini tanpa beban, hanya konsentrasi satu demi satu pertandingan saja. Soal evaluasi hasil pertandingan, belum ada pembahasan mengenai hal ini. Saya hanya diminta bermain all out, maksimal dan cepat kembali ke penampilan yang dulu,” pungkas Simon.

 

“Sangat disayangkan, padahal dia punya kans besar untuk menang. Dia mengatakan ada pukulan yang masih dicoba-coba, tidak bisa seperti itu. Simon pengalamannya lebih dari Tommy, tetapi Tommy bisa tampil lebih matang. Kalau masalah lama tidak bertanding, Lin Dan juga begitu, tapi dia bisa. Simon juga pemain berpengalaman, dia juara di turnamen superseries premier, jadi tidak boleh hal begini dijadikan alasan. Akan ada evaluasi untuk Simon,” komentar Rexy tentang Simon.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Kabid Pelatnas, Ricky Subagja. “Permainan Simon sangat monoton, banyak sekali melakukan kesalahan. Tidak seharusnya Simon kalah. Semangat juang Simon juga kurang. Tidak masalah dengan cederanya, tapi memang penampilannya sangat underperform dan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya,” ujar Ricky.

 

Sementara itu Sony Dwi Kuncoro juga menelan kekalahan atas pemain muda Singapura, Derek Wong. Sempat menyamakan kedudukan di angka 20 dan menunda dua kali game point Derek di set pertama, Sony akhirnya dipaksa menyerah 22-24, 16-21. Sony juga mengaku bahwa malam ini ia tidak mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya dan merasa kurang agresif di lapangan.

 

“Tidak mengira kalau pertandingan akan berlangsung seperti ini. Pada saat-saat kritis di game pertama, saya malah banyak memberi servis tanggung, sementara lawan sudah mengantisipasi hal ini. Saya sangat sangat kecewa dengan hasil hari ini, saya harus introspeksi diri dan berpikir harus bagaimana selanjutnya,” tambah Sony.

 

Sementara itu selain kejutan tumbangnya Sony di babak pertama, dua unggulan lainnya juga kandas lebih dulu di babak 16 besar. Wakil Hong Kong, Hu Yun (6) dan pemain Thailand, Boonsak Ponsana (4) menyerah atas lawan-lawannya yang berperingkat lebih rendah. Hu Yun takluk atas pemain India, Kashyap Parupalli (13), 13-21, 16-21 sedangkan Boonsak di tundukkan Jan O Jorgensen (9) asal Denmark, 21-10, 17-21, 18-21 setelah berjibaku lebih dari satu jam (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: