Bulutangkismania's Weblog

Agustus 10, 2013

BWF World Championships 2013 : Nguyen, Rekor Perunggu Untuk Vietnam

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:42 am

2013_World_Championship_posterDua tahun yang lalu Nguyen Tien Minh (7) harus terhenti langkahnya di babak perempat final setelah takluk atas jagoan Denmark, Peter Gade. Kali ini veteran Vietnam tersebut berhasil menjungkalkan tunggal nomor satu Denmark, Jan O Jorgensen (9) sekaligus mengukir sejarah perunggu untuk negaranya. Sementara itu harapan merah putih, Tommy Sugiarto (8) kembali harus menelan kekalahan telak atas unggulan teratas, Lee Chong Wei sekaligus menutup peluang untuk Indonesia.

 

Sama seperti pada laga sebelumnya, Jan O Jorgensen tampil ‘flamboyan’ dengan rambut kucir dan gaya permainan santainya. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Nguyen untuk mempercepat tempo dan tampil menekan di gim pertama. Tak menemui banyak kesulitan dengan penempatan bola-bolanya, Nguyen memantapkan kemenangan mudah 21-8.

 

Performa Jorgensen mulai bangkit di gim kedua dan beberapa kali ampuh menyulitkan Nguyen dengan tampil  taktis melalui smash-smash keras dan olahan bola di depan net. Nguyen menempel ketat perolehan poin Jorgensen dengan selisih tak lebih dari 4 angka. Permainan reli yang beberapa kali dimenangkan oleh Nguyen membuat pertarungan berlangsung imbang namun 4 poin beruntun yang dikoleksi pemain Vietnam berhasil mengubah keadaan 17-15. Namun kesalahan beruntun Nguyen yang berusaha untuk segera menyelesaikan pertandingan berbalik menjadi bumerang dan menguntungkan Jorgensen. Enam angka beruturut-turut yang dikoleksi Jorgensen memastikan rubber game untuk pemain Denmark, 21-17.

 

Sama seperti gim pertama, Nguyen mencoba untuk meningkatkan tempo dan terus bermain reli pada set ketiga. Momentum yang tepat saat melakukan serangan juga efektif dilancarkan Nguyen sehingga membuatnya senantiasa unggul dalam perolehan poin. Beberapa kali Nguyen juga tampak sabar meladeni permainan reli yang coba di sajikan Jorgesen sambil menunggu kesalahan sendiri yang dilakukan oleh wakil Denmark tersebut. Sejak kedudukan 6-4 hingga 20-16, Nguyen belum pernah terlewati dalam perolehan poin meskipun akhirnya mampu di levelkan oleh Jorgensen. Meskipun sempat melakukan protes saat smashnya ke aras baseline Jorgensen dianggap out, namun Nguyen tetap bermental baja untuk kemudian merebut kemenangan 22-20.

 

“Set pertama, habis cerita,” saat Jorgensen ditanya penyebab utama kekalahannya.

 

“Saya tidak mampu bermain baik sejak awal gim ketiga. Meskipun saya sempat melawan arah angin dan menyulitkan dia tapi ternyata itu tidak cukup. Saya bermain lebih banyak 2 jam dibandingkan dia pada minggu ini. Anda tidak akan mampu menang jika hanya bermain di satu sisi lapangan. Saya sudah mencoba namun saya selalu nyaris kalah setiap kali bermain searah angin,” pungkasnya kemudian.

 

Sementara itu Nguyen mengaku tidak menyangka dengan hasil kali ini, apalagi negaranya bukan merupakan salah satu powerhouse bulu tangkis.

 

“Saya tidak percaya apa yang terjadi hari ini karena negara saya tidak seperti China, Korea, Thailand atau Denmark sebagai negara kuat bulu tangkis. Saya orang pertama dari Vietnam yang mampu meraih perunggu. Walaupun saya kalah, setidaknya sudah pernah merasakan medali di BWF World Championships,” sahut Nguyen.

 

“Tidak ada yang percaya. Bahkan saya sendiripun tidak. Untuk turnamen besar seperti ini yang terbaik adalah perempat final. Saya memang pernah juara di turnamen Grand Prix Gold tapi tidak pernah melewati semi final Superseries,” lanjutnya kemudian.

 

“Angin sangat kuat saat saya berganti lapangan di gim ketiga. Jika anda memukul terlalu kuat bola akan keluar sehingga anda harus mengatur pukulan anda dan tentu saja hal tersebut menguras tenaga. Itulah kenapa mungkin dia terlihat lebih fit di akhir pertandingan,” papar Nguyen.

 

Hasil ini mempertemukan Nguyen dengan andalan tuan rumah, Lin Dan yang baru kembali bertanding di turnamen internasional paska merebut emas Olimpiade London 2012. Lin Dan melenggang usai menundukkan kompatriotnya, Chen Long (2), 21-13, 22-20. Laga ini tentunya akan sangat berat mengingat Lin Dan diprediksi akan menjadi penantang Lee Chong Wei (1) di laga pamungkas.

 

“Pertandingan besok? Hari ini saja saya sudah setengah mati, bisa dapat 15 poin saja saya sudah sangat senang. Lin Dan pemain yang sangat kuat dan Chen Long saja hanya meraih 13 poin. Tidak masalah dia absen bertanding lama, tubuhnya tetap fit dan dia dapat memukul bola ke arah manapun yang diinginkan. Saya hanya akan berusaha tampil lebih baik karena saya sudah mampu tampil lebih santai karena setidaknya sudah mencapai babak semi final. Tahun depan saya akan berumur 31 tahun dan saya pikir ini akan menjadi kesempatan terakhir saya ke semi final,” pungkas Nguyen.

 

Semifinal lainnya akan mempertamukan unggulan teratas, Lee Chong Wei dan andalan China lainnya, Du Pengyu (3). Pengyu berhasil melewati wakil India, Kashyap Parupalli (13) steelah berjibaku 75 menit, 16-21, 22-20, 21-15. Sementara itu wakil tunggal terakhir Indonesia, Tommy Sugiarto tak mampu berbuat banyak saat kembali dihadapkan dengan Chong Wei. Hanya dalam tempo 31 menit, peringkat satu dunia tersebut menyudahi perlawanan tunggal teratas Indonesia dengan skor telak 21-6, 21-9.

 

“Penampilan hari ini diluar harapan, permainan saya tidak berkembang dam banyak melakukan kesalahan sendiri. Saya kecolongan start dan banyak pukulan yang ragu-ragu. Sementara Chong Wei bermain lebih hati-hati sejak awal permainan,” kata Tommy seperti yang ditulis situs PBSI.

 

Sang pelatih, Joko Suprianto mengatakan bahwa secara teknis Tommy seharusnya bisa lebih memberikan perlawanan kepada Lee.

 

“Saya lihat, Tommy sering ragu-ragu. Yang paling membuat dia bingung adalah karena dia terlalu meninggikan lawannya, sehingga dia tidak yakin, pukulannya bisa ditebak semua. Lemparan bolanya sudah tidak ada polanya, Tommy seperti dipermainkan Chong Wei. Kondisi psikis seperti membuat Tommy menjadi tidak yakin di lapangan,” jelas Joko.

 

Penampilan Chong Wei juga lebih baik dibandingkan dengan . Selain kemampuan teknisnya yang berkualitas tinggi, Chong Wei tampak berkonsentrasi penuh pada pertandingan.

 

“Penampilan Chong Wei juga lebih baik. Selain kemampuan teknisnya yang berkualitas tinggi, Chong Wei tampak berkonsentrasi penuh pada pertandingan. Mungkin setelah pertandingan melawan Hayom (Dionysius Hayom Rumbaka), Chong Wei lebih berhati-hati dan lebih fokus, karena dia sudah dapat pressure nya saat melawan Hayom,” tambah Joko (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: