Bulutangkismania's Weblog

Agustus 11, 2013

BWF World Championships 2013 : Ahsan/Hendra Patahkan Hegemoni China

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 11:06 am

Paska dimahkotai oleh Markis/Hendra pada tahun 2007, sektor ganda putra turnamen BWF World Championships di dominasi oleh duet Fu/Cai secara 3 kali beruntun (2009-2011)2013_World_Championship_poster. Tahun ini Hendra Setiawan bersama pasangan yang berbeda berhasil membuka peluang untuk mengulang prestasi 6 tahun yang lalu tersebut.

 

Pada tahun 2007 yang Indonesia pernah berjaya di dua sektor yaitu ganda putra dan campuran. Hendra Setiawan kala itu berpasangan dengan Markis Kido sedangkan Liliyana Natsir menggandeng Nova Widianto. Kali ini masing-masing bersama pasangan yang berbeda berhasil membuka peluang untuk meraih prestasi yang sama enam tahun yang lalu.

 

Duo Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (SanDra) yang menempati unggulan ke-6 di turnamen ini memang sedang berada dalam performa terbaiknya. Tiga gelar super series berhasil mereka kantongi dengan menundukkan nama-nama besar pasangan dunia, termasuk diantaranya duet tuan rumah Fu Haifeng/Cai Yun (8). Masih dengan pola permainan cepat di depan net dan pertahanan yang baik, SanDra memperpanjang catatan kemenangan mereka atas peraih emas Olimpiade London 2012 ini yang mereka cetak dua kali sebelumnya.

 

Permainan menyerang yang coba diperagakan oleh Fu/Cai sempat menekan pertahanan SanDra yang juga di perburuk dengan beberapa kesalahan sendiri pasangan Indonesia. Tak seperti sebelumnya saat mampu menurunkan bola berkali-kali, SanDra kali ini lebih banyak bermain drive-drive cepat dan bertahan. Peluang di gim pertama ini dimanfaatkan oleh Fu/Cai untuk terus unggul dalam perolehan poin. Beruntung di poin-poin kritis saat tetringgal 14-17 SanDra mampu membalikkan keadaan dengan 4 poin beruntun yang sekaligus mencipakan momentum kemenangan. Pasangan Indonesia menutup gim pertama, 21-19.

 

Masih dengan pola yang sama permainan efektif di depan net serta penempatan tak terduga yang beberapa kali dikembalikan tanggung oleh Fu/Cai menjadi senjata ampuh SanDra untuk kembali meraup 7 angka beruntun di awal gim kedua sehingga berbalik memimpin 12-7. Selain pertahanan yang baik, kejelian SanDra dalam melihat area kosong dan mengubah sudut serta arah bola membuat mereka terus unggul hingga 19-13. Fu/Cai sempat memperkecil selisih angka namun SanDra yang sudah berada di atas angin menamatkan set ini lebih dulu untuk memastikan tiket final mereka, 21-17.

 

“Mereka sepertinya tertekan karena bermain di kandang sendiri. Sedangkan kami mampu tampil lepas dan mencoba untuk bermain yang terbaik,” komentar Hendra tentang pertandingannya.

 

“Kami sangat senang bisa lolos ke final kejuaraan bergengsi seperti World Championships. Setelah ini kami akan fokus pada pertandingan selanjutnya dan menyusun strategi permainan,” kata Hendra seperti yang dikutip situs PBSI.

 

“Pada game pertama, Hendra/Ahsan masih belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dan tertekan, Cai/Fu juga bermain bagus. Saat ada kesempatan mengubah permainan, Hendra/Ahsan bisa mengontrol sehingga lawannya ikut pola mereka dan kesulitan,” sang pelatih, Herry IP mengomentari pertandingan anak asuhnya.

 

Ahsan sendiri mengaku bahwa mereka sempat grogi di gim pertama sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri. Selain itu Fu/Cai masih tergolong pasangan yang kuat dan tidak gampang mati.

 

“Kami sempat grogi di game pertama, mainnya tidak lepas, makanya banyak membuat kesalahan sendiri. Cai/Fu memang prestasinya sudah menurun, tetapi mereka masih tergolong pasangan yang kuat. Di awal-awal mereka tidak gampang mati,” tutur Ahsan.

 

Perihal sang penantang yang akan mereka hadapi, Herry IP ternyata memiliki catatan sendiri. “Kami sudah mengantisipasi calon-calon lawan di final, kami juga pelajari rekaman-rekaman pertandingan kedua pasangan ini. Bagi Ahsan/Hendra, ketemu siapapun sama saja, peluang tetap terbuka,” jawab Herry.

 

Lawan SanDra di babak final adalah andalan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen (3) yang untuk pertama kalinya berhasil melaju ke laga pamungkas. Menghadapi ganda muda Korea Selatan yang tampil efektif dan agresif, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (5) kedua pasangan mampu menyajikan permainan super ketat poin demi poin di babak pertama dan ketiga. Mathias/Carsten harus kehilangan gim pertama setelah beberapa kali memimpin tipis perolehan poin meskipun senatiasa kembali mampu dilevelkan oleh duet Korea. Antisipasi yang salah dari Mathias/Carsten pada kedudukan 21-20 justru menguntungkan duet Korea Selatan untuk membalikkan keadaan dan mencatat kemenangan 23-21.

 

Menyadari kelengahan mereka di gim pertama, Mathias/Carsten segera tancap gas dan berinisiatif untuk menyerang lebih dulu di set kedua. Sementara itu duo Kim yang tidak tampil sengotot gim pertama dan lebih banyak melakukan unforced error membuat posisi ganda Denmark terus berada di atas angin dan tak tersentuh paska unggul 14-9. Terus memimpin hingga akhir set, Mathias/Carsten memastikan terjadinya rubber dengan merebut gim ini 21-18.

 

Perseteruan seru dan ketat kembali dilakoni kedua pemain pada gim ketiga. Saling memimpin dengan selisih 1-2 angka berlangsung dari awal set hingga kedudukan 17-17. Mathias/Carsten sempat kembali memimpin dengan 2 angka beruntun namun pertandingan ini tidak lantas berlangsung mudah bagi Denmark. Beberapa service fault, insiden kartu kuning yang dikoleksi oleh Carsten Mogensen karena tidak meminta izin untuk mengikat tali sepatu hingga misteri kartu merah yang berujung pada poin gratis bagi duo Kim di titik-titik akhir ternyata tidak mampu menyiutkan motivasi dan mental Mathias/Carsten untuk memetik kemenangan 21-18.

 

“Lawan kami sangat baik dalam hal service return sehingga servis saya seringkali tak sempurna. Kami selalu sulit saat berada dalam posisi pemegang servis,” Kim Sa Rang berujar.

 

“Kami hampir mampu mengalahkan mereka dan saya pikir kami mampu jika berhasil memperbaiki kelemahan-kelemahan kami hari ini,” lanjutnya kemudian.

 

Insiden kartu merah yang dialami oleh Carsten ternyata masih menyisakan banyak pertanyaan, termasuk bagi sang pemain sendiri. “Entahlah, Anda bisa bertanya langsung ke wasit. Saya bahkan tidak yakin apakah dia sendiri mengetahui penyebabnya,” ujar Carsten.

 

“Selalu ada kejadian seperti ini saat kami bersama dia (wasit, red) entah sebagai wasit atau hakim servis. Sungguh disayangkan ada seorang wasit yang seperti itu di turnamen sebesar World Championships ini. Tapi tentu saja sepanjang kami bisa menang, kami akan senang-senang saja,” lanjutnya kemudian.

 

“Tentu saja hal tersebut sedikit mempengaruhi kami namun kami coba untuk tertawa dan menikmati bahwa kami saat ini berada di babak semi final World Championships. Akhirnya kami menang di dua reli terakhir,” kata Carsten.

 

“Kami sempat nervous dan tidak bermain dalam kondisi terbaik mengingat ini adalah World Championships. Akan lebih mudah menghadapi pasangan lain yang lebih diunggulkan sehingga bisa lepas dan menikmati pertandingan tapi hari ini posisi kami lebih diunggulkan,” cerita Carsten kemudian.

 

Mengenai peluangnya menghadapi Ahsan/Hendra, Carsten mempunyai pendapat sendiri. “Besok akan menjadi pertandingan ketat lainnya. Pasangan yang berbeda, gaya berbeda, tapi kami sempat menghadapi pasangan Indonesia lainnya (Angga/Ryan, red) di babak perempat final jadi paling tidak mereka memiliki pola yang hampir sama. Pertemuan terakhir menghadapi mereka di babak pertama French Open SS 2012 saat kami berencana untuk mengundurkan diri. Kami terlalu letih paska Denmark Open SS Premier 2012 dan masih sedikit bingung setelah kalah di final Olimpiade. Kami bermain sedikit lambat dan mereka tampil bagus, kami cukup salut atas mereka. Tapi di dua turnamen terakhir mereka mampu menang dan itu menjadikan posisi mereka lebih diunggulkan. Hal ini akan bagus untuk kita karena tekanan akan berada di pihak mereka,” pungkas Carsten (FEY)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: