Bulutangkismania's Weblog

September 14, 2013

China Masters SS 2013 : Aksi Walkover Berjamaah Para Pemain China

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:22 am

China Masters SS 2013Selain nomor campuran, tiga wakil sektor ganda Indonesia lainnya justru harus menelan kekalahan dan tak mampu melanjutkan langkahnya ke empat besar. Markus Fernaldi/Markis Kido yang berduet untuk kali perdana paska bercerai dari pasangan masing-masing ditaklukkan oleh wakil tuan rumah. Sementara itu Pia/Rizki (4) dan Greysia/Nitya masing-masing kalah atas kolaborasi Korea Selatan dan China.

 

Paska berpisah dari Alvent Yulianto yang menutup karirnya setelah turnamen Kejuaraan Dunia 2013, Markis Kido mencoba peruntungan dengan juniornya, Markus Fernaldi Gideon. Duet ini sempat bermain 3 gim sebelum memetik kemenangan dari wakil tuan rumah, Song Ziwei/Xu Xiaofeng. Namun di laga delapan besar, keduanya gagal membendung wakil tuan rumah lainnya yang lebih diunggulkan, Chai Biao/Hong Wei. Dalam laga berdurasi 34 menit, Chai/Hong menyudahi perlawanan Markus/Markis, 21-17, 21-16.

 

Hasil ini tidak begitu mengejutkan megingat keduanya sudah mampu menyajikan performa memukau saat meladeni permainan cepat unggulan ke-3 asal Korea Selatan, Kim Ki Jung/Kim Sa Ran di laga perdana. Meksipun sempat bermain imbang dan beberapa kali terjadi deuce, Hong/Shen akhirnya berhasil mengantongi kemenangan 14-21, 23-21, 24-22.

 

Lawan Hong/Shen di empat besar adalah andalan Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (2). Duet nomor satu Jepang ini mencatat kemenangan manis dua set langsung atas lawan-lawannya sebelum lolos ke semi final.

 

Dua wakil lainya yang juga akan saling bertemu adalah unggulan teratas, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae dan duet China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan (4). Ko/Lee melumpuhkan harapan negeri sakura lainnya, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata (8), 21-10, 18-21, 21-6 sedangkan sang peraih mahkota All England Open SS Premier 2013, Liu/Qiu menghentikan junior mereka, Huang Kaixiang/Zheng Si Wei, 21-16, 21-17.

 

Sementara itu di sektor putri, Indonesia harus melepas peluangnya setelah kekalahan beruntun yang dialami oleh dua wakil tersisa. Duet Gebby/Tiara sudah tersingkir lebih dulu di babak pertama saat menyerah kepada tandem teratas Korea Selatana, Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (6), 19-21, 17-21. Sementara itu  Pia/Rizki (PiRiz, 4) dan Greysa/Nitya (GreyNit) sempat melenggang hingga delapan besar.

 

PiRiz membuka kemenangan mereka di laga perdana atas duo China, Du Yue/Li Yin Hui 21-19, 21-12 sedangkan GeyNit mengalahkan wakil tuan rumah lainnya, Liu Linlin/Wang Qingdanqing, 21-13, 21-10. GreyNit tampak bermain lebib rileks dan menguasai jalannya pertandingan.

 

“Kunci kemenangan kami adalah bermain lepas dan tidak menganggap remeh lawan. Walaupun lawan kami bukanlah anggota tim nasional China, tetapi kami tetap waspada,” ujar Nitya.

 

Di babak kedua, GreyNit mendapatkan keuntungan dari cedera pinggang yang dialami oleh Bao Yixin sebelumnya sehingga tanpa bertanding meraih kemenangan ke babak delapan besar. Sementara itu PiRiz harus berjibaku tiga gim untuk meredam perlawanan wakil Singapura, Yao Lei/Shinta Mulia Sari, 21-18, 16-21, 21-17.

 

Sayangnya langkah mereka harus terhenti saat menghadapi lawan di perempat final. Greysia/Nitya yang mencoba meredam perlawanan unggulan teratas, Wang Xiaoli/Yu Yang dengan tidak bermain reli dan banyak mengandalkan bola-bola cepat di depan net serta penempatan di sudut-sudut lapangan tak mampu berbuat banyak saat beberapa kali terserang dengan smash-smash keras pasangan China. Keduanyapun menyerah 16-21, 11-21.

 

“Pada pertandingan tadi, kami kesulitan dengan bola-bola yang diberikan Wang/Yu. Bola-bola mereka susah untuk kami kembalikan, ini penyebab utama kekalahan kami malam ini,” kata Nitya kepada PBSI.

 

“Kami sudah bermain dengan pola yang benar, yaitu menekan lawan lebih dulu. Akan tetapi banyak buangan bola kami yang tanggung,” lanjut Nitya kemudian.

 

China akhirnya memastikan satu wakilnya ke babak semi final setelah pada duel lainnya Ou Dongni/Tang Yuanting berhasil mematahkan unggulan ke-3 asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, 21-17, 22-20. Hasil ini sekaligus menyambung kesuksesan Ou/Tang atas wakil Jepang lainnya, Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda (8), 21-14, 17-21, 21-8 pada laga babak pertama.

 

Srikandi Indonesia lainnya, PiRiz, sempat membuka peluang di gim ketiga saat menantang tandem Korea Selatan, Kim So Young/Jang Ye Na. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan PiRiz di gim pertama dan membuat mereka tertinggal 17-21 berhasil ditebus dengan tampil menekan pada set kedua dan mengunci ganda Korea, 21-18. Namun setelah ungggul 7-2 di gim ketiga, PiRiz justru kembali terjebak pada pola permainan di gim pertama dan tak banyak berkembang. Mereka akhirnya dipaksa takluk 10-21.

 

Kim/Jang menjadi satu-satunya wakil non China yang tersisa di empat besar setelah pada pertempuran lainnya, kompatriot mereka Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (6) tak mampu menghadang laju unggulan ke-2, Ma Jin/Tang Jinhua. Sempat bermain ketat selama satu jam dalam laga tiga gim, Jung/Kim akhirnya menyerah 14-21, 21-14, 19-21. Tak hanya unggul dari sisi serangan dan tekanan, Ma/Tang juga lebih terampil dalam mengolah bola di depan net untuk untuk menciptakan momentum dalam menekan pertahanan lawan.

 

Kurang Greget, Tuan Rumah Rame-Rame Mundur

 

Paska dihelatnya turnamen individual terakbar di tahun 2013, World Championships 2013, para pemain papan atas dunia lebih memilih untuk fokus di ajang Japan Open SS 2013 yang dihelat berdekatan dengan turnamen ini. Dampaknya terlihat jelas dengan sepinya partisipasi para pemain elit dunia serta aksi mundurnya sebagian besar para pemain unggulan China. Tak hanya sampai disana, kurang gregetnya turnamen ini membuat China kembali melazimkan ‘tradisi’ lamanya.

 

Setelah beberapa tahun terakhir hegemoni para pemain China mulai goyah, kita sangat jarang menemukan mundurnya para pemain China di turnamen-turnamen akbar sekelas grand prix maupun super series, baik karena alasan cedera meskipun saat ‘dipaksa’ bertanding dengan rekan senegara mereka. Tradisi lama para pemain China yang mengurangi unsur sportifitas dalam olah raga bulu tangkis ini kembali terlihat di ajang China Masters SS 2013.

 

Tidak hanya di sektor tunggal seperti Chen Long, Wang Yihan, Wang Shixian dan walkover berjamaah saat bertemu kompatriot mereka, nomor gandapun China hanya menyisakan satu-dua pasangan intinya untuk tetap menjaga peluang meraih gelar. Unggulan lain sisanya memilih untuk mengundurkan diri lebih awal bagi para pemain muda non unggulan yang bertemu dengan lawan senegaranya yang berperingkat lebih baik juga ‘memudahkan’ mereka untuk memberikan kemenangan gratis tanpa harus memeras keringat. Kalaupun terjadi bentrok yang dimainkan antara sesama pemain China, hal tersebut disebabkan mereka atau salah satunya tidak berada dalam tim nasional China.

 

Di sektor ganda campuran, Xu Chen/Ma Jin (1) mundur dari turnamen ini diikuti oleh duet senior Fu Haifeng/Cai Yun di sektor putra dan Cheng Shu/Zhao Yunlei di bagian putri. Huang Dongping/Jia Yi Fan memilih mundur saat berhadapan dengan Du Peng/Xiong Mengjing.

 

Sementar itu di nomor tunggal Gao Huan menarik diri dan memberikan kemenangan kepada Tang Jincheng, Sun Yu melakukan walkover atas Li Xuerui, sedangkan Suo Di menyerahkan tiket gratis untuk Liu Xin (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: