Bulutangkismania's Weblog

September 20, 2013

Japan Open SS 2013 : Empat Ganda Ke Perempat Final

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 1:44 pm

yonex-open-japan-2013Indonesia hanya mampu meloloskan 4 wakil dari 11 pasangan yang bertarung di babak 16 besar turnamen Japan Open SS 2013. Setelah sebelumnya duet senior-junior, Markis/Markus dan Vita/Variella yang harus tersingkir kali ini giliran 7 pasangan lainnya secara beruntun harus angkat koper lebih dini, termasuk duo Greysia/Nitya yang sukses membungkam unggulan ke-6, Satoko/Miyuki di babak pertama.

 

Dua unggulan sektor ganda putri secara mengejutkan langsung kandas di babak pertama turnamen Japan Open SS 2013. Duet Thailand, Duanganong/Kunchala yang menempati unggulan ke-7 gagal mengatasi perlawanan ganda tuan rumah, Misato Aratama/Megumi Taruno, 21-18, 16-21, 14-21. Pasangan Indonesia, Greysia/Nitya juga diluar dugaan mampu mengatasi perlawanan tandem senior Jepang, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna, 19-21, 21-12, 21-14. Satu-satunya kekalahan sektor ganda putri merah putih hanya dialami oleh Vita/Variella yang takluk di tangan Kugo Asumi/Yui Miyauchi, 21-14, 17-21, 12-21.

 

Performa memukau yang ditunjukkan andalan Indonesia sayangnya tak berlanjut di babak 16 besar. Greysia/Nitya justru harus menelan kekalahan atas ganda non unggulan asal Taiwan, Cheng Wen Hsing/Hsieh Pei Chen, 15-21, 21-23. Selanjutnya duet Taiwan ini akan ditantang oleh unggulan asal Indonesia, Pia/Rizki (4) yang harus berjibaku 3 gim  untuk melibas sang penakluk Vita/Variella, Kugo/Yui, 21-19, 19-21, 21-17.

 

“Tadi pelatih mengatakan bahwa kami harus menambah kekuatan, tenaga juga harus lebih besar. Saat pulang ke Jakarta nanti, fisik kami akan digenjot habis-habisan,” kata Greysia soal kekalahannya bersama Nitya seperti yang dikutip situs PBSI.

 

Duet lainnya, Gebby Ristiyani/Tiara Rosalia nampanya harus lebih banyak belajar untuk mampu mengulangi prestasinya menjinakkan ganda China seperti yang mereka lakukan di turnamen Kejuaraan Asia 2013 yang lalu. Kali ini meskipun kembali menghadapi Zhong Qianxin namun dengan partner yang berbeda yaitu Bao Yixin, Gebby/Tiara justru menyerah mudah atas unggulan ke-5 tersebut, 14-21, 13-21.

 

Dua pemain senior Jepang yang dulu pernah berjaya namun kehilangan pasangan masing-masing juga kembali tampil di turnamen ini dengan rekan juniornya. Sang perebut perak Olimpiade London 2012, Reika Kakiiwa yang masih gonta ganti pasangan paska kehilangan Mizuki Fujii kali ini menggandeng Yuki Fukushima. Namun duet ini sayangnya belum mampu membendung unggulan ke-3, Christinna/Kamilla dan  menyerah 11-21, 13-21.

 

Andalan Jepang lainnya, Mami Naito yang dulu pernah berjaya di peringkat 3 dunia bersama Shizuka Matsuo kali ini bertandem dengan Anna Doi untuk menantang Poon Lok Yan/Tse Ying Suet (8). Meskipun sempat tampil mengejutkan di gim pertama, kesolidan mereka masih harus lebih ditingkatkan di dua gim berikutnya. Keduanya menyerah 21-10, 18-21, 11-21 dalam laga berdurasi 52 menit.

 

Angga/Ryan-Riky/Richi Tersingkir

 

Jika di sektor putri, Greysia/Nitya sempat membuat kejutan maka di sektor putra dan campuran justru unggulan asal Indonesia yang dikejutkan dengan para pemain berperingkat di bawahnya. Angga/Ryan (5) yang oleh pelatih ditargetkan masuk 10 dunia pada akhir tahun ini nampaknya harus lebih memperhatikan performa mereka setelah pada turnamen ini ditaklukkan ganda asal Denmark sementara itu Riky/Richi (8) tak mampu mempertahankan dominasi mereka atas Praveen/Vita seperti yang tunjukkan pada pekan lalu.

 

Duet Eropa, Mads Conrad/Mads Pieler yang kembali dipasangkan paska bercerai di tahun 2010 sepertinya memiliki strategi yang ampuh untuk menaklukkan tandem Indonesia. Pemain Denmark yang kembali diduetkan untuk mendongkrak performa Mads Pieler bersama Kamilla Rytter Juhl di nomor campuran ini berhasil melibas dua wakil sang garuda secara beruntun. Di babak pertama, duo Mads memetik kemenangan atas Markus/Markis, 16-21, 15-21 sedangkan pada babak kedua gilirang Angga/Ryan (5) yang mereka jungkalkan, 14-21, 20-22.

 

“Cara main Angga/Ryan masih kalah pintar dibanding pasangan Denmark. Selain itu Angga/Rian juga kurang tenang, terutama di saat-saat tertekan,” kata sang pelatih Herry Iman Pierngadi seperti yang ditulis situs PBSI.

 

“Angga/Rian harus meningkatkan rasa percaya diri mereka, masih sering ragu-ragu di lapangan,” lanjut Herry.

 

Hasil ini sangat positif bagi tim Denmark yang menang sampai saat ini belum memiliki pelapis dari Mathias/Carsten (2). Duel antara sesama pasangan Denmark ini akan terjadi di babak selanjutnya untuk memperebutkan tiket empat besar.

 

Selain Angga/Ryan, kekalahan juga dialami wakil Indonesia lainnya, Yonatahan Suryatama/Hendra Aprida. Menghadapi unggulan ke-8 wakil dari tuan rumah, Hirokatsu/Noriyasu, Yonathan/Hendra dipaksa menyerah, 21-18, 14-21, 15-21. Namun meskipun berhasil meloloskan Hirokatsu/Noriyasu, Jepang harus kehilangan dua wakil unggulan lainnya, Takeshi/Keigo (7) dan Hiroyuki/Kenichi (3) yang sama-sama dibungkam oleh jagoan China. Hiroyuki/Kenichi dipecundangi oleh Chai Biao/Hong Wei, 14-21, 12-21 sedangkan Takeshi/Keigo harus mengakui ketangguhan Kang Jun/Liu Cheng, 19-21, 14-21.

 

Dengan tiga kekalahan sektor ganda putra, unggulan teratas Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi satu-satunya harapan terakhir untuk mendulang gelar, Ahsan/Hendra sempat menang mudah di babak pertama namun harus berjibaku di laga 16 besar meskipun sama-sama menghadapi wakil kualifikasi asal Jepang. Selanjutnya, Ahsan/Hendra akan menantang wakil Taiwan, Lee Tseng Mu/Tsai Chia Hsin yang paling diantisipasi oleh keduanya karena memiliki kecepatan dan olahan bola yang unik meskipun Ahsan/Hendra senantiasa mampu memetik kemenangan dalam 3 laga terakhir.

 

Sementara itu di sektor campuran Indonesia hanya meloloskan dua wakilnya ke babak delapan besar setelah terjadi perang saudara antara Praveen/Vita dan Riky/Richi (8). Riky/Richi yang pekan lalu menang tiga gim atas Praveen/Vita kali ini berbalik kalah tiga gim 21-11, 17-21, 18-21 atas kolaborasi senior-junior tersebut. Sementara itu dua wakil lainnya termasuk unggulan ke-5, Muhammad Rijal/Debby Susanto takluk 2 gim atas lawan-lawannya.

 

Markus Gideon/Rizki Amelia sempat lolos di babak pertama setelah melewati laga tiga gim 21-16, 21-19, 22-20 atas wakil tuan rumah, Hirokatsu/Miyuki. Namun kematangan mereka kembali diuji oleh duet senior Denmark Joachim/Christinna (3) di laga selanjutnya. Tak membutuhkan waktu lama, Joachim/Christinna berhasil mengantongi kemenangan 21-9, 21-12.

 

Yang paling mengejutkan adalah kekalahan Rijal/Debby atas wakil muda tuan rumah, Takuto Inoue/Ayaka Takahashi, 18-21, 14-21. Hasil ini untuk kesekian kalinya menggambarkan kejenuhan duet yang memang di jadwalkan akan bercerai pada beberapa turnamen ke depan.

 

Menemani kesuksesan Praveen/Vita adalah unggulan ke-7, Markis/Pia yang memetik kemenangan atas wakil China, Kang Jun/Ou Dongni. Namun lawan Markis/Pia di babak selanjutnya tidak akan mudah meskipun sama-sama pasangan baru China. Liu Cheng/Bao Yixin berhasil membuktikan kapabilitas mereka untuk meneruskan regenerasi China di sektor campuran usai menghempas unggulan ke-4 sekaligus sang juara bertahan, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying asal Malaysia dengan skor telak, 21-8, 21-16.

 

Sementara itu unggulan lainnya yang ikut tumbang sebelum melangkah ke delapan besar adalah andalan Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thongthongkam (6) yang menyerah kepada wakil China lainnya, Chai Biao/Tang Jinhua, 21-15, 11-21, 15-21 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: