Bulutangkismania's Weblog

September 22, 2013

Japan Open SS 2013 : Rizki, “Kemampuan Kita Tidak Jauh Dari China”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:46 am

yonex-open-japan-2013Meskipun gagal mengulang prestasi mereka seperti pada babak delapan besar turnamen Singapore Open SS 2013 saat menghadapi lawan yang sama, duet Pia/Rizki kembali membuktikan bahwa para srikandi merah putih sebenarnya mampu mengimbangi permaian ganda putri China. Berhasil memaksa Ma/Tang berjibaku tiga gim, faktor stamina setelah bermain reli di gim pertama dan kedua menjadi titik kritis di set penentuan sehingga Pia/Rizki akhirnya harus menyerah.

 

Menghadapi unggulan teratas asal China, Ma Jin/Tang Jinhua, duo peringkat 1 merah putih Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta (4) tak mampu mengulang kesuksesan mereka seperti pada laga sebelumnya di Singapura. Dalam pertandingan berdurasi 71 menit tersebut, berhasil tampil dominan dan mengambil inisiatif untuk memimpin perolehan poin di gim pertama. Dengan permainan menekan smash-smash di tempat-tempat tak terjangkau setelah beradu reli yang menguras cukup banyak energi, Pia/Rizki (PiRiz) mampu unggul jauh 12-3 saat tampil solid dengan rotasi dan pertahanan mereka.

 

Bola-bola agresif PiRiz di depan net dan penempatan yang akurat di sudut baseline terus membuat mereka memimpin 15-5. Kematangan sang peringkat 2 dunia akhirnya teruji saat keduanya secara dramatis mampu mengejar ketertinggalannya hingga kedudukan 15-18 saat mampu balik menekan di area forehand pasangan Indonesia. Kesolidan Ma/Tang tak hanya ditunjukkan dalam pertahanan dan serangan secara beruntun namun juga sergapan dari bola-bola mengambang PiRiz di depan net. Beruntung di titik kritis Ma/Tang justru beberapa kali melakukan kesalahan sendiri sehingga memastikan PiRiz merebut gim pertama, 21-17.

 

Gim kedua berbalik menjadi milik Ma/Tang saat mereka sukses menerapkan pola menekan sejak awal pertandingan. Beberapa bola tanggung ganda Indonesia di depan net berhasil dimanfaatkan Ma/Tag untuk terus unggul hingga 12-7. Tak seperti pada set pertama, kali ini tak terjadi banyak reli dan kedua pasangan lebih banyak mengandalkan serangan dan bola-bola cepat di depan net serta penempatan yang akurat. Dukungan atlet Indonesia lainnya seperti Greysia Polii yang beberapa kali berteriak ‘tahan’ dan ‘satu-satu’ sempat memacu semangat PiRiz untuk memperkecil selisih angka 10-11 saat jeda interval.

 

Kesalahan beruntu PiRiz saat mencoba mengembalikan bola namun gagal menyeberangi net karena berada dalam posisi tertekan kembali membuat Ma/Tang melenggang 16-11. Pengembalian tak sempurna Ma/Tang berhasil memperkecil selisih angka Indonesia, 14-17. Namun kembali faktor stamina membuat Rizki beberapa kali melakukan kesalahan di depan net secara beruntun dan akhirnya satu pengembalian PiRiz yang terlalu melebar mengantarkan Ma/Tang pada rubber game, 21-14.

 

Reli-reli panjang kembali terjadi di paruh awal set ketiga. Penempatan yang sempurna dari PiRiz sempat mengantarkan mereka pada kedudukan 8-9 setelah sebelumnya tetringgal 3-8. Kurang tahan terhadap pola permainan Ma/Tang yang setelah memaksa reli kemudian menyerang saat pengembalian tak sempurna membuat PiRiz kembali tertinggal 11-17. Meskipun mencoba untuk bangkit dengan bola-bola di depan net,  stamina PiRiz yang sudah menurun akhirnya menutup peluang mereka ke babak final dan menyerah 12-21.

 

“Sebenarnya kami sudah tahu kelemahan lawan, tetapi tadi kami kurang sabar dan selalu terbawa pola permainan mereka,” ujar Pia seperti yang ditulis situs PBSI.

 

“Pasangan China drive nya bagus, tidak gampang mati. Kami harus ekstra sabar meladeni permainan mereka. Tadi banyak bola-bola lob juga, karena bola yang dipakai di turnamen ini memang berat. Selain itu, Ma sangat pintar mengatur untuk balik serang,” Rizki ikut menambahkan.

 

Meskipun kalah, PiRiz mengaku cukup puas dengan torehan prestasi di turnamen kali ini. Keduanya memang hanya menargetkan tembus semi final. “Target awal kami di Japan Open Super Series 2013 memang semifinal. Sayang kami belum bisa mencapai babak final. Sebetulnya kami berpeluang untuk menang,” lanjut Pia.

 

“Sekarang kemampuan kita tidak jauh dari pemain-pemain China. Yang penting kita bisa terus mengimbangi permainan mereka. Lain kali kami pasti bisa mengalahkan mereka,” imbuh Rizki.

 

Dengan hasil ini Ma/Tang berhak untuk meloloskan diri ke babak final dan menantang wakil Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (3) yang sudah lebih dulu mengantongi tiket final usai menundukkan harapan tuan rumah, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2), 21-16,1-14. Duet Denmark yang memang memiliki kelebihan dalam hal postur dan serangan berhasil memaksimalkan jangkauan serangan serta variasi pukulan yang berbeda arah, intensitas, dan sudutnya termasuk dalam kondisi bertahan saat mengembalikan smash-smash keras yang coba di lancarkan duo negeri sakura. Sementara itu permainan Misaki/Ayaka lebih banyak defensif meskipun beberapa kali mampu meraih poin dari smash-smash ke area forehand Christinna/Kamilla.

 

Gelar Campuran Milik China

 

Kedigjayaan Ma Jin ternyata tidak hanya berakhir di sektor putri. Bersama Xu Chen dan menempati unggulan teratas turnamen ini, keduanya mampu memastikan gelar sektor campuran menjadi milik China setelah sukses menghempas unggulan lainnya asal Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen (3).

 

Satu-satunya wakil non China yang tersisa di sektor campuran, Joachim/Christinna sempat memberikan perlawanan sebelum akhirnya menyerah dalam laga dua gim. Tak hanya memiliki pertahanan yang sempurna, duo Denmark juga mampu mengubah variasi serangan sehingga beberapa kali menyulitkan pasangan China.

 

Namun Ma Jin dengan kemahirannya beberapa kali juga mampu memberikan peluang bagi Xu Chen untuk terus menekan dengan bloking bola di depan net serta kemampuannya mengatur ritme serangan sehingga beberapa kali sukses mengacak fungsi dan pertahanan Joachim/Christinna. Sempat membuka peluang rubber game setelah tertinggal 17-21 di gim pertama namun mampu berbalik unggul 20-19, Denmark akhirnya harus rela mengubur harapan mereka 23-21 untuk melangkah ke partai puncak.

 

Hasil ini melengkapi kemenangan yang sudah lebih dulu dibukukan oleh ganda lainnya, Zhang Nan/Zhao Yunlei (2) atas kompatriot mereka, Liu Cheng/Bao Yixin 21-9, 21-8. Dengan demikian final ideal hanya terjadi di sektor campuran yang akhirnya menjadi milik para pemain China (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: