Bulutangkismania's Weblog

September 22, 2013

Japan Open SS 2013 : Sang Unggulan Menangi Duel Mental

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 7:44 am

yonex-open-japan-2013Di sektor tunggal putra perseteruan justru lebih mengarah kepada adu mental antara para pemain yang lebih diunggulkan dalam hal peringkat maupun pengalaman. Kenichi Tago (7) yang sempat menurun performanya dalam beberapa turnamen terakhir berhasil bangkit dihadapan publik sendiri dan membuka peluang dengan melenggang ke laga pamungkas.

 

Kenichi Tago yang sepanjang tahun 2013 hanya mampu mengoleksi satu gelar runner up India Open SS 2013 kali ini sukses menunjukkan eksistensinya di depan para pendukung yang memadati  Tokyo Metropolitan Gymnasium. Menantang pemain muda asal China, Gao Huan, Tago mampu menunjukkan kematangan mental dan pengamalannya dengan mendominasi setiap serangan. Tak memberikan banyak peluang bagi Gao untuk mengembangkan permainannya, Tago yang unggul dalam serangan dan olahan bola di depan net berhasil melesat dengan 8-2 dan 15-8. Terus memimpin hingga 18-11, Tago akhirnya mengunci Gao dengan kemenangan 21-12.

 

Kedua pemain sempat terlibat duel seru dan saling mengejar perolehan poin di awal gim kedua. Namun empat angka beruturut-turut yang dikoleksi Tago menjadi momentum baginya untuk kembali mendikte ritme permainan Gao dengan tampi menekan. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh pemain masa depan China tersebut juga memudahkan Tago untuk memetik poin demi poin hingga 16-8 dan menutup gim kedua 21-12.

 

“Ini mimpi saya sejak kapan, saya sudah lupa. Sejak umur 3-5 tahun, Ibu saya yang dulu adalah seorang pemain sering bertanding disini dan dia sering membawa saya sehingga saya bisa menontonnya bermain. Saya pernah bermimpi akan bermain di turnamen yang sama dan terus bertanding hingga hari minggu,” kenang Tago.

 

“Beberapa tahun yang lalu saya sempat melangkah ke semi final dan saya merasa cukup puas dengan raihan tersebut  karena sudah melakukan yang terbaik dan menjadi 4 besar adalah pencapain terbaik saya. Tapi antara saat itu dan sekarang saya sudah mengalami banyak pengalaman yang akhirnya mengubah pandangan saya.”

 

“Besok saya akan memberikan yang terbaik dan percaya bahwa saya mampu menjadi juara. Tentu saja tidak mudah tapi ingat, Lee Chong Wei itu juga manusia. Tak perlu diingat hasil pertandingan sebelumnya dan mari kita mulai semuanya dari awal dengan 0-0,” ujar Tago dengan semangat saat post-match conference.

 

Pada laga semi final lainnya yang juga berlangsung tak seimbang, mental dan motivasi bertanding serta pengalaman seorang Lee Chong Wei (1) lagi-lagi tak mampu diantisipasi oleh pemain veteran sekelas Nguyen Tien Minh (5) yang secara kematangan tak berbeda jauh. Lee yang tampil agresif dengan pola cepat sejak awal gim pertama tak memberikan kesempatan bagi Nguyen untuk bermain dalam pola terbaiknya. Lee juga seolah-olah mampu membaca permainan Nguyen yang memang lebih senang dengan pola taktis. Dalam laga singkat berdurasi 29 menit tersebut, Nguyen akhirnya menyerah 10-21, 5-21 .

 

“Nguyen sebenarnya tipe pemain yang senantiasa mampu mengembalikan setiap bola yang anda coba lancarkan sehingga saya harus mampu bermain sabar dan menunggu saat yang tepat untuk menyerang,” komentar Lee tentang pertandingannya (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: