Bulutangkismania's Weblog

September 23, 2013

Japan Open SS 2013 : Kampiun Superseries Ke-4 Ahsan/Hendra

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:46 am

yonex-open-japan-2013Meskipun performa Ahsan/Hendra kali ini tidak sebaik pada saat Indonesia Open SS Premier 2013 dan BWF World Championships 2013 yang lalu, Ahsan/Hendra yang menjadi satu-satunya wakil sang garuda tersisa pada akhirnya berhasil mempersembahkan prestasi tertinggi di turnamen ini yang sekaligus merupakan mahkota Superseries keempatnya di tahun ini.

 

Duet ganda putra tulang punggung Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (1) harus berjibaku ketat untuk menundukkan ganda putra China lainnya, Chai Bai/Hong Wei setelah di laga sebelumnya Ahsan/Hendra (SanDra) juga harus memeras keringat dalam laga tiga gim. Meskipun tidak tampil sedominan seperti saat menjadi kampiun di Indonesia Open SS Premier 2013, Singapore Open SS 2013 maupun BWF World Championships 2013, SanDra tetap sukses menunjukkan kualitasnya sebagai tandem peringkat 2 dunia.

 

ChaiHong_Japan Open 2013Serunya persaingan antara kedua pasangan sebenarnya sudah tersaji sejak awal set pertama. Kedua pasangan saling berusaha memaksa lawan untuk banyak mengangkat bola dan akhirnya dibalas dengan smash-smash keras. Keunggulan 3-1 yang di raih SanDra di awal gim tak bertahan lama dan kedua pemain saling mengejar dan berlomba mendahului perolehan poin hingga titik 10-10. SanDra yang unggul dalam serangan drive-drive cepat dan antisipasi bola tak terduga ke sisi kosong lapangan maupun area baseline kembali memimpin jauh 15-11. Namun kembali Chai/Hong berhasil menyamakan kedudukan bahkan balik memimpin 16-15 dari beberapa kesalahan sendiri SanDra di depan net maupun bola-bola sergapan pengembalian Indonesia yang mengambang terlalu tinggi.

 

SanDra kembali sukses memanfaatkan momentum di titik kritis 19-17 dan 20-18 dari olahan bola di depan net. Penempatan Hong Wei yang tak terjangkau serta drive cepat Ahsan yang terlalu terburu-buru dan gagal melewati kembali membuat kedudukan imbang di angka 20. Beruntung di titik ini wakil Indonesia berhasil tampil tenang dan lebih fokus untuk jeli melihat peluang yang ada. Perubahan pace yang dilakukan Hendra setelah smash beruntun menjadi placing di depan net serta adu eror drive-drive cepat yang ditutup dengan kesalahan Chai Biao memastikan keunggulan SanDra di set pertama, 22-20.

 

Suporter Indo-Japan Open 2013Tak mau mengulang kesalahan seperti gim pertama, SanDra berusaha untuk mengambil inisiatif menekan lebih dulu dan mengungguli perolehan poin di set kedua. Memimpin dengan 7-3 dari permainan menyerang di depan net akhirnya menjadi momentum bagi SanDra untuk terus melesat dan tak terkejar. Meskipun harus diakui duet China ini memiliki pertahanan yang baik sehingga beberapa kali sukses membendung smash-smash SanDra, beberapa kesalahan sendiri di depan net membuat perolehan poin berlangsung imbang dan selisih 1-3 angka terus hingga kedudukan 17-15. Groginya kedua pasangan juga terlihat di awal-awal gim masing-masing saling bergantian melakukan kesalahan fundamental yaitu servis yang tidak melewati garis. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya akhirnya mampu menemukan ritme masing-masing dan saling bergantian untuk menekan.

 

Dua poin beruntun yang dikoleksi SanDra dari penempatan di area baseline dan duel drive-drive cepat di depan net. Chai/Hong sempat menambah 1 angka sebelum SanDra akhirnya memastikan 2 poin beruntun dari dua pengembalian Hong yang gagal melewati net serta terlalu lemah dan terburu-buru yang mengantarkan mereka pada podium juara, 21-16.

 

Ahsan-Hendra-Japan 2013“Ahsan/Hendra berhasil memegang kendali di permainan depan. Kali ini mereka juga lebih banyak inisiatif untuk menyerang lebih dulu,” sang pelatih, Herry Iman Pierngadi membeberkan kesuksesan SanDra seperti yang dilansir situs PBSI.

 

“Chai/Hong banyak menurunkan bola. Sekalinya kami angkat bola, mereka langsung mengembalikan dengan smash keras. Saat itu saya dan Hendra bisa mengatur fokus dan memenangkan gim pertama,” ujar Ahsan.

 

“Di gim kedua, kami terus berusaha untuk tenang dan selalu mengendalikan permainan,” lanjut Ahsan kemudian.

 

“Menjadi Juara Dunia memang membuat kami bangga dan lebih percaya diri. Sekarang kami mampu menunjukkan diri kepada lawan bahwa kami layak disebut Juara Dunia tapi tetap berhati-hati dan membuat kami percaya diri berlebihan.”

 

MD Winner Japan Open 2013

Hendra sendiri mengakui bahwa strategi mengatur ritme permainan agar bisa memancing lawan banyak menurunkan bola merupakan kunci utama, terlebih duet China ini memiliki kualitas serangan yang sangat baik.

 

“Satu hal yang pasti, kemenangan hari ini tak kami dapat dengan mudah. Kami harus pintar-pintar menurunkan bola, karena mereka punya kualitas serangan yang cukup bagus,” tutur suami dari Sandiani Arif ini (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: