Bulutangkismania's Weblog

Oktober 19, 2013

Denmark Open SS Premier 2013 : Tontowi/Liliyana Susul Ahsan/Hendra

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:05 am

yonex-denmark-open-20131Selain sektor ganda putra, Indonesia juga berhasil mempertahankan peluangnya di nomor campuran setelah andalan sang garuda, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3) berhasil memetik menjaga gengsi sebagai unggulan dan memetik kemenangan atas wakil tuan rumah. Di sektor putri, duel klasik putri Jepang dan Korea Selatan akhirnya dimenangkan oleh para senior Jepang sedangkan Wang/Yu justru memberikan kemenangan WO kepada kompatriotnya.

 

Indonesia kembali sukses mengirimkan satu wakil tambahan ke babak empat besar menyusul keberhasilan yang diukir Ahsan/Hendra di sektor yang berbeda. Duet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3) memenangkan duel mental yang sempat terjadi di gim kedua saat menantang wakil tuan rumah, Anders Kristiansen/Julie Houmann.

 

Menang mudah 21-10 di gim pertama dengan memanfaatkan kesalahan beruntun Anders/Julie yang gagal mengimbangi permainan cepat Tontowi/Liliyana dan akurasi peempatan bola-bola tak terduga, perseteruan kedua pasangan kian memanas di gim kedua saat ganda Denmark berhasil mengimbangi Tontowi/Liliyana paska tertinggal saat jeda interval 7-11. Mencoba untuk konsisten menekan dan memanfaatkan beberapa unforced erro Tontowi/Liliyana dari pengembalian yang tidak sempurna, Anders/Julie mampu menyamakan kedudukan bahkan berbalik memimpin 18-16.

 

Beruntung di titik ini wakil Indonesia tetap tampil tenang dan sabar serta tidak terpancing karena beberapa kali tertinggal dalam perolehan poin. Adu mental pun terjadi saat Anders/Julie mampu unggul 20-19 dan selangkah menuju rubber game. Tiga kali kesempatan menutup gim kedua yang dimiliki oleh tandem Denmark berhasil digagalkan oleh Tontowi/Liliyana yang memang bermain lebih fokus. Keadaan berbalik saat Tontowi/Liliyana merebut 3 angka beruntun dan mengunci Anders/Julie, 24-22.

 

Kemenangan Tontowi/Liliyana mengantarkan mereka untuk menantang unggulan ke-2, Xu Chen/Ma Jin yang juga sama-sama meraih hasil gemilang dua gim atas wakil Korea Selatan, Kim Ki Jung/Kim So Young, 21-16, 21-10.

 

Sementara itu duo Korea Selatan lainnya, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na (8) nyaris membuat kejutan dan memupus harapan sang tuan rumah, Joachim Fischer/Christinna Pedersen (4) saat mampu membalikkan keadaan di gim kedua 21-10 setelah sebelumnya tertinggal 14-21. Sayangnya peluang yang ada di depan mata di gim ketiga ketika memimpin 20-16 tak berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Ko/Kim. Joachim/Christinna mendapatkan momentum emasnya ketika sukses menyamakan kedudukan dan setelah saling berjibaku saling kejar mengejar poin menutup gim ketiga 30-29.

 

“Saat tertinggal 15-20 kami sama sekali tidak menyangka akan bisa selamat,” ujar Joachim setelah pertandingan.

 

“Ini salah satu kemenangan tergila dalam sejarah karir kami dan kami sudah bertanding cukup banyak. Kami mungkin tidak selalu tampil bagus tapi kami saling percaya satu sama lain sehingga proses saling pengertian terebut membuat kami dapat melalui semuanya,” lanjutnya kemudian.

 

Lawan tanding mereka di empat besar adalah unggulan teratas, Zhang Nan/Zhao Yunlei yang juga harus berjibaku 3 gim untuk menundukkan Chris Adcok/Gabrielle White, 21-23, 21-16, 21-15.

 

Di sektor ganda putri, Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda yang berduet paska masing-masing kehilangan pasangan karena pensiun berhasil tampil digjaya saat menantang ganda Korea Selatan, Jang Ye Na/Kim So Young. Melalui laga ketat dan permainan reli-reli panjang, Reika/Miyuki meraih kemenangan 21-11, 15-21, 22-20. Keduanya akan menantang unggulan ke-2 dan favorit tuan rumah, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl. Duet Denmark tersebut berhasil melenggang ke semi final dengan mengalahkan kompatriot mereka, Line Damkjaer Kruse/Marie Roepke, 24-22, 21-10.

 

Kemenangan tanpa tanding yang diraih oleh Bao Yixin/Tang Jinhu atas senior mereka, Wang Xiaoli/Yu Yang (1) membuat beban untuk meraih gelar berada di pundak mereka dan keduanya harus mampu melewati ujian dari Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (3) untuk lolos ke partai puncak. Misaki/Ayaka sendiri tak menemui banyak kesulitan saat menantang tandem Thailand, Duanganong Aroonksorn/Kunchala Voravichitchaikul (7). Hanya dalam tempo 38 menit, Misaki/Ayaka memastikan tempat mereka di semi final, 21-14, 21-14 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: