Bulutangkismania's Weblog

Oktober 26, 2013

French Open SS 2013 : Tampil Fenomenal, Greysia/Nitya Hempaskan Wang/Yu

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 12:05 pm

French Open 2013Dua kali kalah beruntun di turnamen Sudirman Cup 2013 dan China Masters SS 2013 dengan skor yang cukup telak, duo andalan merah-putih, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mampu belajar banyak dan memperbaiki diri. Paska Indonesia Open GP Gold 2013 yang lalu, ada perubahan strategi permainan yang signifikan khususnya saat menghadapi para pemain China. Hari ini, keduanya mampu membukukan sejarah prestasi terbesar di sepanjang karir mereka.

 

Usai bercerai dari Anneke Feinya yang sekaligus membuatnya tak lolos kualifikasi BWF World Championships 2013, Nitya Krishinda Maheswari langsung disandingkan dengan Greysia Polii yang sebelumnya berpasangan dengan juniornya, Anggia Shitta. Duet Greysia/Nitya sebenarnya sempat menunjukkan potensi mereka saat menghadapi wakil China di turnamen Indonesia Open SS Premier 2013 dan Singapore Open SS 2013 dengan bermain ketat. Namun kala itu tak banyak perubahan strategi Greysia/Nitya yang memang lebih mengandalkan permainan reli bola-bola depan ini.

 

Namun paska kalah mengejutkan dari kompatriotnya, Vita Marissa/Variella Aprilsasi dua gim langsung, terdapat perbedaan mencolok dari pola permainan Greysia/Nitya khususnya dalam hal pertahanan dan reli-reli panjang. Pekan lalu saat tampil di Denmark Open SS Premier 2013, Greysia/Nitya yang mengadopsi gaya permainan bertahan khas ganda putri Jepang serta mengkolaborasikannya dengan tampil cerdik penempatan-penempatan bola tak terduga berhasil memaksa duo Bao Yixin/Tang Jinhua bermain 3 gim selama 74 menit.

 

Meskipun kala itu kalah, strategi yang sama dengan variasi serangan smash-smash keras dan penempatan bola yang lebih unik kembali dijalankan oleh Greysia/Nitya di turnamen ini saat menantang unggulan duo China lainnya, Ma Jin/Zhong Qianxin (7). Tandem srikandi merah putih berhasil menebus hasil buruk mereka pada pekan lalu dengan menjungkalkan Ma/Zhong, 21-14, 24-22.

 

Kekalahan yang dibukukan oleh ganda campuran, Tontowi/Liliyana (3) di delapan besar sempat membuat ketar ketir Indonesia akan terjadinya prestasi yang sama seperti pada tahun 2012 dimana tidak satupun wakil tersisa di semi final. Namun Greysia/Nitya berhasil mengubah stigma bahwa para pemain China khususnya Wang Xiaoli/Yu Yang (1) merupakan pasangan yang tak bisa dikalahkan meskipun harus melewati laga menegangkan tiga gim.

 

Counter attcak yang sudah disajikan Greysia/Nitya sejak awal gim pertama dengan lob-lob serang menyilang beberapa kali ampuh memetahkan pertahanan Wang/Yu. Selain pengembalian bola yang juga akurat dan konsisten, pertahanan yang sempurna dari Greysia/Nitya membuat ganda nomor satu dunia ini harus berkali-kali melakukan smash untuk bisa menembus pertahanan wakil Indonesia. Itupun hanya beberapa kali terjadi ketika pengembalian Greysia/Nitya tidak sempurna atau terlalu lemah. Uletnya defense yang diperagakan Greysia/Nitya justru membuat ganda China kehabisan akal dan akhirnya melakukan kesalahan sendiri di depan net maupun smash yang terlalu melebar dari area baseline.

 

Menutup interval gim pertama 11-7, Greysia/Nitya terus konsisten dengan polanya dan memimpin hingga 15-9. Meskipun Wang/Yu sempat berkembang dengan beberapa kesalahan sendiri pasangan Indonesia, Greysia/Nitya segera tanggap dan kembali fokus 18-14 hingga 19-17. Cegatan Nitya di depan net serta smash beruntun Nitya yang tak mampu diantisipasi Wang/Yu memastikan para sang garuda merebut gim pertama, 21-17.

 

Akurasi pertahanan khususnya saat mengantisipasi bola-bola drive cepat Wang/Yu di depan net yang mengendor sempat membuat Greysia/Nitya berada dalam tekanan di gim kedua. Berbeda dengan pola permainan set pertama, kali ini ganda Indonesia lebih hanyut dalam pola permainan cepat olahan bola di depan net dan jarang melakukan reli dengan lob-lob serang serta pertahanan mereka yang lebih rapuh. Wang/Yu menjadi sulit terbendungi meskipun beberapa kali Wang sempat membuat kesalahan sendiri namun unforced error Greysia/Nitya yang juga lebih dominan membuat Greysia/Nitya yang sudah tertinggal 1-7 di awal set kedua akhirnya menyerah 14-21.

 

Kembali Wang/Yu mengontrol jalannya pertandingan di sebagian besar gim ketiga dengan pola menekan dan serangan sergapan bola separuh lapangannya. Kesalahan sendiri yang juga banyak masih beberapa kali dilakukan Indonesia khususnya bola-bola tanggung di depan net membuat Greysia/Nitya sulit bangkit dan senantiasa tertinggal dalam perolehan angka. Wang/Yu beberapa kali juga sukses menekan di depan net dengan bloking-bloking yang biasanya khas ganda campuran. Puncaknya adalah saat Greysia/Nitya tetringgal jauh di poin kritis 18-12. Namun pasangan Indonesia tidak lantas menyerah di titik ini. Penempatan unik Greysia di area baseline saat kedua pasangan beradu bola di depan net, smash Wang yang melebar dan pengembalian Wang yang melewati area permainan kembali menyiratkan secercah harapan untuk kubu Indonesia.

 

Kesalahan Nitya di depan net karena pengembalian yang terburu-buru kian membuat pertandingan berlangsung tegang 15-19. Pengembalian Yu Yang yang melebar serta berikutnya gagal melewati net, smash pasangan China yang membentur net serta puncknya bola tanggung pengembalian Grace yang dismash keluar oleh Wang seolah-olah menggambarkan betapa frustasinya pasangan China terhadap pertahanan solid yang diperagakan Greysia/Nitya, 19-19. Momentum kembali menjadi miliki China saat berhasil menekan Greysia/Nitya dengan smash beruntun setelah beradu reli, 20-19.

 

Lagi-lagi bola unik pengembalian Greysia di sudut area baseline tak terduga masih membuka peluang bagi Indonesia untuk memetik kemenangan. Bola potong Yu Yang di depan net yang tak mampu diantisipasi Greysia yang jatuh berguling di lapangan membuat Wang/Yu berada di ambang kemenangan 21-20. Greysia/Nitya kembali berhasil menunjukkan pertahanan yang solid sehingga mampu membalikkan keadaan dari posisi terserang dengan dua poin beruntun, 23-21.

 

Tiga Juara Dunia Tumbang Bersamaan

 

Dengan kekalahan Wang/Yu yang juga sekaligus menjadi momentum prestasi Greysia/Nitya dan kebangkitan ganda putri merah putih laga delapan besar turnamen French Open SS 2013 juga menyajikan kekalahan tak biasa yaitu tumbangnya tiga kampiun BWF World Championships 2013 secara bersamaan di turnamen dan babak yang sama.

 

Minus Lin Dan dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang memang absen di turnamen ini, tiga juara dunia lainnya di sektor yang berbeda secara hampir bersamaan mengalami kekalahan atas lawan-lawannya. Setelah dibukan oleh Tontowi/Liliyana (3), Ratchanok Intanon (2) dan akhirnya ditutup oleh Wang Xiaoli/Yu Yang (1) secara berbarengan rontok di perempat final French Open SS 2013.

 

“Pertemuan terakhir menghadapi mereka kami kalah mudah dan saat kami nyaris bisa mengalahkan mereka kami terus berusaha semangat dan berpikir kami bisa menang dan tidak membiarkan diri dalam tekanan,” papar Greysia saat konferensi pers.

 

“Siapapun lawan kami, target kami adalah menang. Kami tetap fokus satu demi satu pertandingan dan bukan pada drawing,” lanjutnya kemudian.

 

“Kami berusaha yang terbaik untuk memperkecil gap antara kami dengan para pemain China. Kami mungkin belum sampai kesana tapi kami percaya diri suatu saat bisa meraihnya,” pungkas Greysia.

 

Tiket semi final yang dikantongi Greysia/Nitya mengantar mereka untuk bertemu ganda China lainnya, kampiun Denmark Open SS Premier 2013 yang lalu, Bao Yixin/Tang Jinhua. Jika mampu mengubur harapan China ini prestasi Greysia/Nitya akan kian mendekati prestasi fenomenal ganda putri Indonesia, Vita Marissa/Liliyana Natsir di turnamen China Masters SS 2007 yang lalu saat mendepak tiga pasangan tangguh China sebelum akhirnya menjadi juara.

 

Greysia/Nitya menjadi satu-satunya andalan merah putih yang tersisa usai kekalahan tiga wakil lainnya, Vita/Variella, Gebby/Tiara, dan Pia Rizki (5). Vita/Variella menyerah mudah atas Tian/Zhao (5) di babak pertama, 13-21, 10-21 sedangkan Gebby/Tiara dan Pia/Rizki kandas di laga 16 besar. Gebby/Tiara ditaklukkan Misaki/Ayaka (3), 15-21, 15-21 sedangkan Pia/Rizki dihempaskan Bao/Tang 11-21, 14-21..

 

Prestasi gemilang menjungkalkan dua unggulan ternyata tidak hanya dibukukan oleh Greysia/Nitya. Duo Korea Selatan, Jang Ye Na/Kim So Young yang sebelumnya di babak pertama membungkam andalan Thailand, Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul (8),  21-15, 18-21, 21-17 kembali membuat kejutan dengan menyingkirkan Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (2), 21-19, 25-23. Langkah Jang/Kim tidak diikuti oleh Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (4) yang secara peringkat sebenarnya lebih diunggulkan. Jung/Kim menyerah kepada Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda, 21-18, 21-12 di laga enam belas besar.

 

Sayangnya duo Jepang harus terhenti langkahnya di perempat final usai mengalami kekalahan atas duo China, Bao Yixin/Tang Jinhua, 21-14, 22-20. Wakil negeri sakura lainnya, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (3) sebenarnya sudah menerapkan strategi yang benar seperti yang dilakukan Greysia/Nitya  saat menantang wakil China lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei (5). Kalah di kondisi kritis gim pertama 20-22, Misaki/Ayaka berhasil membalas 21-13 pada set kedua. Namun kejadian serupa seperti pada gim pertama yaitu tidak tenang dan kurang sabar dengan reli-reli panjang dan ingin segera menamatkan pertandingan membuat kemenangan Misaki/Ayaka yang sudah di depan mata saat unggul 20-18 berubah menjadi mimpi buruk, 21-23 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: