Bulutangkismania's Weblog

Oktober 27, 2013

French Open SS 2013 : Markis/Markus Kembali Buat Kejutan

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 1:18 pm

French Open 2013Tahun 2008 dan 2009 yang lalu, Paris sempat menjadi saksi sejarah bagi Markis Kido yang kala itu berpasangan dengan Hendra Setiawan mengantongi gelar sektor ganda putra secara beruntun. Kali ini bersama partner yang berbeda, Markis berhasil membuka peluang untuk mengulangi kesuksesannya dengan membuat kejutan dan melenggang ke babak final.

 

Meskipun tampil kurang maksimal bersama sang adik di nomor campuran, Markis Kido berhasil menebus kekalahannya dengan membuat kejutan beruntun di sektor ganda putra. Setelah sebelumnya Markis yang menggandeng juniornya yang berusia 22 tahun, Markus Fernaldi Gideon. Paska bercerai dari Alvent Yulianto usai turnamen BWF World Championships 2013 yang lalu, duet Markis/Markus sempat menorehkan prestasi terbaik sebagai perempat finalis China Masters SS 2013.

 

Setelah pekan lalu di turnamen Denmark Open SS Premier 2013 keduanya dikandaskan sang kompatriot, Ahsan/Hendra, kali ini usai kehilangan semua wakil di sektor ganda putra, Markis/Markus berhasil menjadi ‘pahlawan’ bagi sang merah putih dengan melenggang ke laga pamungkas.

 

Kejutan perdana yang dibuat Markis/Markus sepanjang karir internasional bersama adalah pada babak kedua sebelumnya saat sukses menumbangkan unggulan ke-3, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa dalam laga tiga gim. Berhasil melenggang ke delapan besar, duo M kembali dihadapkan dengan unggulan lainnya, Liu Xiaolong/Qiu Zihan (5). Menantang kampiun All England Open SS Premier 2013, Markis/Markus hanya mampu mengimbangi permainan cepat duo China hingga kedudukan 9-9 di gim pertama. Kalah dalam permainan depan dan banyak mengangkat bola, tandem Indonesia yang tetringgal 13-18 akhirnya menyerah 14-21.

 

Markis/Markus sempat membalikkan keadaan di awal gim kedua dan memimpin hingga 9-5. Namun permainan cepat dan menekan Liu/Qiu di depan net kembali gagal diantisipasi oleh duo M sehingga berbalik tetringgal 12-14 hingga 15-17. Indonesia berhasil meraih momentum gim kedua saat meraih 3 angka beruntun dari permainan menekan di area depan net serta dua kesalahan beruntun Qiu yang tidak sempurna mengembalikan bola. Liu/Qiu kembali menyamakan angka saat pengembalian Markis terlalu melebar namun serangan menekan Markis di depan net dengan sudut yang sulit dikembalikan membuat duo M kembali memimpin 19-18. Smash beruntun Qiu kembali melevelkan kedudukan kedua pasangan. Cegatan Markis di depan net serta penempatan silang Markis yang diselesaikan dengan smash keras Markus memastikan gim kedua menjadi milk Indonesia 21-19.

 

Unggul dengan tekanan smash, sergapan, netting dan penempatan bola di depan net yang beberapa kali gagal diantisipasi pasangan China, Markis/Markus kembali mendapatkan momentum kedua mereka di gim ketiga saat sukses membalikkan keadaan dengan 8 poin beruntun setelah sebelumnya tertinggal 3-9. Liu/Qiu sempat memperkecil selisih angka 10-11 dengan memanfaatkan bola tanggung Markis di depan net yang diserobot oleh Markus. Namun 7 poin beruntun yang diraih pasangan Indonesia dari antisipasi Liu/Qiu yang tak sempurna di depan net karena terburu-buru yang menyebabkan bola keluar, gagal melewati net atau tanggung di atas net membuat posisi Indonesia kian berada di atas angin 18-10.

 

Variasi bola drive Markis dengan sudut dan arah yang berbeda beberapa kali gagal diantisipasi oleh pasangan China. Mental bertanding pun memegang kendali di titik kritis saat lawan sukses mengoleksi beberapa poin beruntun sehingga seringkali pasangan China justru melakukan kesalahan sendiri. Liu Xiaolong yang biasanya menjadi motor dalam bloking dan permainan cepat di depan net kali ini justru banyak melakukan kesalahan sendiri dan terburu-buru ingin mematikan bola. Duo M pun sukses beberapa kali memaksa Liu/Qiu untuk mengangkat bola dengan penempatan tipis di depan net sehingga kemudian sukses mendobrak pertahanan Liu/Qiu.

 

Bola serobot Liu kembali menambah angka bagi China namun dua kesalahan beruntun Liu justru mengantarkan Markis/Markus pada game point 20-11. Penempatan Liu di area tak terjangkau, bola-bola intercep Liu/Qiu yang cepat serta bloking Liu di depan net sempat menambah 3 angka bagi China namun keberhasilan Markis menekan dengan smash beruntun yang ditutup dengan serobotan silang Markus di depan net memastikan tiket final jatuh ke tangan Indonesia, 21-14.

 

Di laga selanjutnya, duet senior-junior Indonesia ini akan menantang wakil Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (4) yang sukses melewati perlawanan kompatriot mereka, Hoon Thien How/Tan Wee Kiong. Butuh tiga gim bagi Koo/Tan untuk memastikan diri ke babak final dengan menjegal sang penakluk kampiun Denmark Open SS Premier 2013 tersebut, 21-19, 15-21, 21-18 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: