Bulutangkismania's Weblog

November 14, 2013

China Open SS Premier 2013 : Dua Unggulan Teratas Langsung Angkat Koper

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:30 am

VICTOR China Open_110101Dua kejutan terbesar sudah langsung menyambangi sektor ganda putra di babak pertama turnamen China Open SS 2013. Jika Indonesia harus memupus harapannya setelah Ahsan/Hendra (1) kembali tersingkir dini, Malaysia justru bersorak karena asa yang selama ini hanya bertumpu kepada Koo/Tan menumbuhkan peluang baru dari kesuksesan kolaborasi kuda hitam, Hoon/Tan yang kembali menjungkalkan pasangan tangguh dunia.

Duet peringkat 12 dunia asal negeri jiran, Hoon Thien How/Tan Wee Kiong dalam beberapa turnamen terakhir memang sedang naik daun. Setelah pada ajang Superseries sebelumnya, Hoon/Tan sukses melibas ganda terkuat Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong yang terkenal dengan permainan ‘rapi’nya, kali ini keduanya kembali membuat kejutan dengan menekuk pasangan terkuat Eropa, Mathias Boe/Carsten Mogensen (2).

 

Dalam laga berdurasi 45 menit tersebut Hoon/Thien tampil ngotot dengan bola-bola cepat di area depan sambil terus berusaha menekan dengan smash-smash kerasnya. Seolah-olah mengadaptasi pola permainan Ahsan/Hendra yang kurang dari 1 tahun langsung melambungkan mereka ke peringkat 1 dunia, Hoon/Tan tak memberi banyak kesempatan bagi Mathias/Carsten khususnya di poin-poin akhir gim pertama. Paska jeda interval gim pertama dengan posisi tertinggal 6-11, Hoon/Tan mampu membalikkan keadaan dan unggul 14-13. Meskipun duet Denmark terus mencoba untuk menempel ketat, Hoon/Tan yang tampil tenang dan konsisten akhirnya sukses menutup gim pertama, 25-23.

 

Bola-bola pendek di depan net serta drive-drive cepat kembali disajikan oleh kedua pasangan. Namun kali ini pertandingan tak berlangsung sealot gim pertama. Hoon/Tan yang sudah menemukan ritme terbaik mereka beberapa kali sukses memanfaatkan kesempatan untuk menekan dengan sesekali menempatkan bola di sudut tak terduga. Memimpin 11-8 saat jeda interval, Hoon/Tan terus konsisten hingga 19-14 dan akhirnya memastikan tiket mereka ke babak 16 besar, 21-15.

 

Kemenangan Hoon/Tan atas pasangan-pasangan kuat dunia ini sekaligus menumbuhkan harapan baru kebangkitan sektor ganda putra Malaysia. Setelah selama ini Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (5) menjadi satu-satunya tulang punggung di nomor ini, Hoon/Tan seolah-olah menjadi tumpuan kedua sehingga mampu berbagi beban kepada senior mereka tersebut.

 

Bertolak belakang dengan Malaysia, Indonesia justru harus kembali menelan pil pahit setelah kekalahan beruntun 3 pasangannya termasuk dua unggulan, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (1) dan Angga Pratama/Ryan Agung Saputra (8). Antiklimaks paska meraih gelar BWF World Championships 2013 yang lalu, justru membuat Ahsan/Hendra stagnan dan sampai saat ini belum menemukan ritme terbaik permainan mereka. Entah karena cedera bahu yang belum sembuh ataupun alasan lainnya, Ahsan/Hendra masih belum mampu melewati masa ‘kiritsnya’ hingga saat ini.

 

Jika sebelumnya kita melihat bagaimana mumpuni-nya Ahsan dengan smash-smash kerasnya yang 1-2 kali langsung membuahkan poin, kali ini keduanya justru lebih banyak mengandalkan drive-drive dan penempatan bola. Begitupun Hendra yang biasanya terampil mengolah bola di depan net, tak mampu berbuat banyak saat strategi permainannya gagal menembus pertahanan lawan.

 

Meskipun faktor cederanya Ahsan memang cukup berpengaruh untuk pasangan ini kembali pada performa terbaiknya, poin kredit sepertinya juga patut diberikan kepada sang pelatih negeri ginseng yang mampu melihat potensi dari masing-masing Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong  sehingga meskipun harus mengambil resiko membongkar tandem Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae yang kala itu bertengger di tahta 1 dunia demi hasil yang lebih baik. Hasilnya dapat dilihat dari beberapa turnamen terakhir, Ko/Lee yang biasanya senantiasa mengalami kekalahan beruntun dari Ahsan/Hendra di beberapa laga final kali ini Lee/Yoo justru berbalik memetik kemenangan dua kali berturut-turut dari pasangan nomor satu dunia ini.

 

Lebih banyak mengandalkan penempatan bola dan permainan drive-drive cepat, Ahsan/Hendra masih kesulitan untuk mencari kesempatan menekan Lee/Yoo yang memang terbilang rapi pertahanannya dan minim kesalahan sendiri. Beberapa bola penempatan wakil Indonesia di gim pertama memang ampuh menyulitkan Lee/Yoo namun sayangnya belum cukup mampu membendung pertahanan wakil Korea tersebut saat berduel di depan net. Antiklimaks justru dialami Ahsan/Hendra di gim kedua. Tak hanya gagal menekan pertahanan Lee/Yoo, beberapa kesalahan sendiri saat bermain dalam ritme cepat juga mambuat mereka tak mampu berbuat banyak dan tertinggal jauh dalam perolehan poin. Kurang dari 40 menit, Ahsan/Hendra menyerah 18-21, 11-21.

 

“Ahsan/Hendra sudah berusaha untuk bermain seperti biasanya, tetapi lawannya juga tampil bagus. Lee/Yoo pertahanannya rapi dan mereka juga kuat-kuat. Ditambah lagi bola yang dipakai juga berat. Masa persiapan juga kurang cukup,” sang pelatih, Herry IP, mencoba membeberkan penyebab kekalahan anak didiknya kepada badmintonindonesia.org.

 

Sebelum kekalahan Ahsan/Hendra, Indonesia sudah lebih dulu kehilangan dua wakil lainnnya, Angga/Ryan (8) dan Berry Angriawan/Ricky Karanda Suwandi. Angga/Ryan masih belum mampu membebaskan diri dari masalah klasik mental di poin-poin kritis dan menyerah atas duo Inggris, Chris Adcock/Andrew Ellis, 11-21, 19-21 sedangkan Berry/Ulin sepertinya masih belum mampu mendobrak kebuntuan prestasi Ricky/Ulinnuha sebelumnya dan takluk atas wakil tuan rumah, Fu Haifeng/Hong Wei, 18-21, 12-21.

 

“Angga/Ryan masih kurang percaya diri akan kemampuan mereka sendiri. Ke depan, PR-nya harus ditekankan pada non teknisnya mereka,” tutur Herry.

 

Dengan demikian Indonesia kembali menyandarkan harapannya kepada satu-satunya wakil tersisa, Markis Kido/Markus Fernaldi Gideon. Berharap keduanya mampu tampil konsisten dan melanjutkan performa terbaik mereka seperti di Perancis pada bulan lalu, Markis/Markus melenggang ke babak kedua usai menghentikan ganda Taiwan, Chen Hung Ling/Lu Chia Pin dalam laga tiga gim, 21-19, 12-21, 21-15.

 

Selain tumbangnya Ahsan/Hendra, Mathias/Carsten dan Angga/Ryan, unggulan lainnya yang juga ikut terjungkal adalah duo Taiwan, Lee Tseng Mu/Tsai Chia Hsin (7), saat menantang wakil tuan rumah, Cai Yun/Chai Biao, 14-21, 21-15, 17-21 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: