Bulutangkismania's Weblog

November 15, 2013

China Open SS Premier 2013 : Tontowi/Liliyana ‘The Last Hope’ Sektor Ganda

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 8:50 am

VICTOR China Open_110101Meloloskan enam wakil di sektor ganda ke babak kedua hanya Tontowi/Liliyana yang akhirnya berhasil melenggang ke babak delapan besar. Markis/Pia (7) yang diskenariokan mampu menyusul untuk memastikan 1 tiket semi final bagi Indonesia, di luar dugaan justru kandas dari pasangan Denmark yang secara peringkat dan pengalaman masih berada di bawah mereka.

 

Duet peringkat 2 dunia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang meraih tiket delapan besar perdana bagi Indonesia ternyata merupakan satu-satunya dari lima pasangan lainnya yang sukses meloloskan diri ke babak perempat final. Menghadapi duet Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Miyuki Maeda, pasangan Indonesia berhasil tampil menekan sejak awal gim pertama.

 

Masih mengandalkan pola permainan cepat dan olahan bola tipis di depan net, Tontowi/Liliyana tampil dominan. Beberapa kali ganda Jepang terlihat kesulitan dan salah dalam mengantisipasi pengembalian dari Tontowi/Liliyana. Memimpin jauh dari kedudukan 10-3 hingga 18-6, Indonesia akhirnya sukses mengunci Hirokatsu/Miyuki, 21-11.

 

Gim kedua kembali dimulai Tontowi/Liliyana dengan pembukaan yang baik. Kesolidan dan konsistensi permainan langsung membuat mereka unggul 10-3. Meskipun Hirokatsu/Miyuki sempat mencoba mengejar dan memberikan perlawanan sehingga memperkecil selisih angka 12-15, wakil sang merah putih terus berusaha tampil menekan dan meminimalisir kesalahan sendiri. Akurasi penempatan di poin-poin krusial kembali mengantarkan Tontowi/Liliyana merebut kemenangan 21-13.

 

“Penampilan Tontowi/Liliyana sejauh ini cukup bagus. Liliyana bermain baik di depan net, Tontowi lebih sabar di belakang, dia lebih bisa mengatur irama permainan. Pada pertandingan ini, Tontowi/Liliyana banyak bermain bertahan,” papar Nova Widianto seperti yang ditulis situs badmintonindonesia.org.

 

“Meskipun kami menang mudah di gim pertama, pada gim kedua ada perlawanan dari mereka, untungnya kami sudah unggul jauh,” Liliyana menambahkan.

 

Langkah Tontowi/Liliyana sayangnya tidak diikuti oleh wakil lainnya, Markis Kido/Pia Zebadiah (7). Markis/Pia yang seyogyanya kembali bertemu Tontowi/Liliyana untuk mengamankan satu tiket semi final bagi Indonesia ternyata tak mampu melewati hadangan dari duo Denmark peringkat 22 dunia, Anders Kristiansen/Julie Houmann.

 

Permainan net dan smash-smash keras yang menjadi sentaja andalan di gim pertama ternyata tak konsisten di lancarkan oleh Markis/Pia di dua gim berikutnya.  Usai memetik kemenangan 21-10 dan tanpa tersentuh perolehan poinnya, pasangan Indonesia justru berbalik mengalami antiklimaks ketika Kido secara beruntun melakukan pengembalian spekulatif yang gagal melewati net. Meskipun secara kualitas sebenarnya ganda Indonesia lebih diunggulkan, kesalahan sendiri ketika gagal menembus pertahanan Anders/Julie justru menjadi bumerang yang tidak menguntungkan.

 

Meskipun Markis/Pia unggul dari serangan dan penempatan bola-bola tak terduga, momentum masih tak mau berpihak kepada kubu Indonesia ketika di beberapa poin krusial gim kedua dan ketiga Markis/Pia beberapa kali mengembalikan bola terburu-buru dan tidak akurat. Entah karena faktor stamina setelah masing-masing bermain rangkap di sektor putra dan putri atau memang tidak mampu mendapatkan kembali ritme terbaik permainan mereka seperti pada gim pertama, Markis/Pia akhirnya menyerah 16-21, 16-21.

 

Pasangan profesional Indonesia lainnya, Markus Fernaldi Gideon/Rizki Amelia Pradipta justru tak berkutik saat menantang unggulan ke-4, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Hanya dalam tempo 20 menit, keduanya takluk dengan skor telak 6-21, 6-21.

 

Selain Markis/Pia, unggulan lainnya yang juga harus tersingkir lebih dulu adalah pasangan senior Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (6). Menghadapi pasangan enerjik asal Korea Selatan, Kim Ki Jung/Kim So Young, Sudket/Saralee kandas dalam laga tiga gim, 16-21, 21-14, 12-21.

 

Langkah duo Kim sayangnya tidak diikuti wakil Korea lainnya, Yoo Yeon Seong/Jang Ye Na. Yoo/Jang yang di laga sebelumnya mampu membuat kejutan atas unggulan ke-8 asal Indonesia, Praveen Jordan/Vita Marissa kali ini harus mengakui ketangguhan pasangan Inggris yang kembali tampil konsisten dengan permainannya, Chris Adcock/Gabrielle White, 13-21, 23-21, 18-21 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: