Bulutangkismania's Weblog

November 21, 2013

Hong Kong Open SS 2013 : Tommy Nyaris Ditaklukkan Peringkat 90 Dunia

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:05 am

Hong Kong 2013Tunggal terbaik Indonesia, Tommy Sugiarto (5) nyaris tersingkir dini saat menantang pemain kualifikasi asal tuan rumah, Ng Ka Long. Ng yang juga sempat bermain rangkap di sektor ganda bersama Lee Chun Hei, berhasil mengubah pola permainan di paruh akhir gim kedua dan membalikkan keadaaan. Sementara itu wakil lainnya, Sony Dwi Kuncoro memetik kemenangan tiga gim atas pemain Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk.

 

Tommy Sugiarto sebenarnya sudah menerapkan strategi yang tepat sejak awal gim pertama dengan permainan taktis reli-reli sambil menunggu saat yang tepat untuk menyerang. Setelah menutup gim pertama 21-17, Tommy mulai kesulitan mengimbangi permainan sang lawan, Ng Ka Long yang mengubah pola permainan menjadi lebih solid dengan serangan, bola-bola datar, dan pengembalian counter attack yang tak mampu diantisipasi Tommy.

 

Faktor mental juga masih menjadi masalah utama yang dihadapi Tommy. Sempat unggul 17-13, Tommy berbalik terttinggal 17-18 setelah Ng mampu mengembalikan setiap serangan yang berhasil dijejalkan Tommy bahkan pemain Indonesia tersebut kerap melakukan kesalahan sendiri dengan membuang bola terlalu jauh ke belakang disamping memang kondisi lapangan yang sedikit berangin.

 

Setelah takuk 17-21, penampilan Tommy yang kurang tenang saat Ng berhasil menyamakan kedudukan di angka 17 pada set ketiga setelah sebelumnya tertinggal 13-17 kembali membuat Tommy kalang kabut dan tak mampu bermain sempurna. Bahkan Ng yang tampil lebih ngotot dan percaya diri mampu menyamakan kedudukan hingga 20-20. Beruntung di poin-poin kritis, Ng justru banyak melakukan unforced error dan gagal menyebrangkan bola di depan net, Tommy memastikan kemangannya dengan skor tipis, 22-20.

 

“Pada game kedua, saya banyak ragu-ragu, sehingga tidak bisa mengontrol bola. Saat itu lapangan saya juga menang angin, kalau dorong bola sedikit saja sering keluar lapangan,” papar Tommy seperti yang ditulis situs badmintonindonesia.org.

 

Kemanangan Ng atas tungal Korea yang sempat bertengger di peringkat 12 dunia sebelum mengikuti Wajib Militer tahun lalu, Shon Wan Ho pada babak kualifikasi juga memberikan kepercayaan diri bagi Ng.

 

“Lawan sepertinya lebih percaya diri setelah mengalahkan Son Wan Ho. Sebagai pemain non-unggulan, Ng juga tampil lebih rileks dan bermain tanpa tekanan,” lanjut Tommy.

Joko sendiri mengakui faktor mental Tommy khusunya saat mampu leading atau ketika lawan berhasil menyamakan kedudukan menjadi kelemahan yang harus bisa diatasi olehnya.

 

“Saat lawan mengubah permainan, Tommy tidak siap dan terbawa ritme permainan lawan. Satu pelajaran untuk Tommy, kalau sedang leading, ia kurang tenang, kadang ini jadi bumerang,” ujar Joko.

 

“Saat tertinggal, lawan selalu mengubah pola permainan, jadi lebih cepet dan unggul di counter attack-nya,” timpal Tommy.

 

Selain Tommy, Indonesia juga masih menyimpan harapannya kepada Sony Dwi Kuncoro yang juga sama-sama ikut melaju ke babak 16 besar usai melakukan revans atas Tanongsak Saensomboonsuk dalam laga tiga gim. Sony yang bulan lalu di bungkam oleh Tanongsak pada babak perempat final Denmark Open SS Premier 2013, kali ini tampil lebih lepas dengan performa yang lebih baik. Usai berjibaku 44 menit, Sony akhirnya memetik keunggulan, 21-14, 12-21, 21-14.

 

Wang Zhengming yang pekan lalu menjadi runner up turnamen China Open SS Premier 2013 akhirnya menjadi satu-satunya harapan sang negeri tirai bambu yang tersisa di sektor tunggal putra usai kekalahan yang dialami oleh unggulan ke-4, Du Pengyu. Du yang bermain dibawah performa terbaiknya gagal mengatasi perlawanan tunggal Inggris, Rajiv Ouseph, 15-21, 14-21. Sementara itu Chen Long (2) yang pekan lalu menjadi kampiun di kadangnya sendiri memutuskan untuk mundur dari turnamen ini.

 

Dua wakil China lainnya, Chen Yuekun dan Gao Huan masih belum mampu menjaga konsistensinya dan masing-masing kalah dari pasangan Denmark, Hans Kristian Vittinghus dan Kenichi Tago (5).

 

Selain Du Pengyu, unggulan lainnya yang ikut terjungkal dini adalah Nguyen Tien Minh (7) yang kalah mudah dari pemain India, Ajay Jayaram, 7-21, 12-21 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: