Bulutangkismania's Weblog

November 22, 2013

Hong Kong Open SS 2013 : April Tersingkir, Porntip & Yeon Ju Buat Kejutan

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:51 am

Hong Kong 2013Harapan semata wayang nomor tunggal putri kubu Indonesia, Aprilia Yuswandari sempat membuka peluang untuk menundukkan tunggal China, Wang Shixian (4) setelah berhasil merebut gim pertama. Sayangnya kesalahan sendiri yang dilakukan April dan tidak sabar dengan permainan taktis justru mengubur kesempatan yang ada.

 

Aprilia Yuswandari yang menjadi harapan terakhir srikandi merah putih kembali membuktikan bahwa secara kemampuan teknis para pemain Indonesia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan para wakil China. Menantang Wang Shixian (4) di babak 16 besar, April mampu mengimbangi permainan Shixian hingga kedudukan 13-13 saat tampil konsisten dengan strategi yang tepat dan minim kesalahan sendiri. April bahkan sempat unggul jauh 20-14.

 

Namun keunggulan tersebut harus tertunda saat April kembali dengan pola lama berusaha untuk buru-buru mematikan pertahanan lawan dan tidak sabar dengan permainan reli. Kesalahan sendiri yang disebabkan oleh kurangnya ketenangan mental membuat April nyaris menutup peluangnya setelah Shixian sukses merebut 7 poin beruturut-turut sehingga keadaan menjad berbalik 21-20. Beruntung dengan konsentrasi dan ketenangannya April kembali mampu fokus dan merebut set pertama, 24-22.

 

April kembali menyamakan kedudukan 8-8 di gim kedua. Kali ini tak ada ampun banginya saat melakukan beberapa kesalahan sendiri dengan membuang bola terlalu jauh ke belakang karena kondisi lapangan yang cukup berangin.  Shixian memanfaatkan kesempatan ini untuk memaksakan rubber game, 21-13.

 

April kembali membuktikan bahwa dirinya memiliki kemampuan yang imbang dengan Shixian di set ketiga. Meskipun sebagian besar tertinggal dalam perolehan poin, April senantiasa berhasil dengan polanya memperkecil selisih angka hingga kedudukan krusial 16-17. Sayangnya di angka-angka tua ini April kembali melakukan unforced error pengembalian yang beberapa kali melebar, termasuk smash yang keluar dari lapangan Shixian sehingga memupuskan peluangnya 17-21.

 

“Saya menyayangkan kekalahan ini. Jika dibandingkan pemain-pemain China lainnya, bola-bola Shixian tidaklah terlalu berbahaya,” tutur April seperti yang dilansir situs PBSI.

 

“Saya terlalu banyak membuang poin. Selain itu, saya memaksa untuk menerapkan pola permainan saya. Padahal saya juga bisa mematikan bola-bola reli yang menjadi andalan Shixian, tetapi malah kembali lagi ingin mematikan dengan cara main saya yang menyerang,” lanjutnya kemudian.

 

Mental Aprilia yang kurang tenang khususnya di poin-poin kritis juga menjadi kelemahan April disamping memang strategi yang kurang efektif saat bertanding di lapangan yang menang angin.

 

“Aprilia sebetulnya bisa mengimbangi, terbukti dia unggul jauh di gim pertama. Tapi, di saat seperti ini malah banyak mati-mati sendiri, tangannya kelihatan tegang. Aprilia harus meningkatkan konsentrasi di lapangan, permainannya juga harus lebih safe,” ungkap Liang

 

“Di gim kedua, Aprilia dapat lapangan yang menang angin. Jadi dia banyak ragu-ragu, mau angkat dan dorong bola tapi out terus,” tambah Liang.

 

Tiga Mantan Bintang Junior Takluk

 

Tiga pemain unggulan yang sempat berjaya di era junior, Saina Nehwal (7), Tai Tzu Ying (8) dan Ratchanok Intanon (2) kompak bersama-sama secara beruntun tersingkir dari turnamen ini setelah menelan kekalahan atas lawan-lawannya.

 

Saina Nehwal sempat memberikan perlawanan atas permainan agresif Porntip Buranaprasertsuk. Meskipun mampu merebut gim kedua 21-9 setelah takluk 17-21 di set pertama, Saina kembali gagal mengimbangi smash-smash silang dan pengembalian menekan yang secara konsisten diterapkan oleh Porntip. Dalam laga berdurasi 50 menit tersebut, Saina akhirnya menyerah 15-21.

 

Senasib dengan Saina, Tai Tzu Ying dan Ratchanok Intanon justru tampila antiklimask dan menuai kekalahan dua gim langsung. Tzu Ying sempat digjaya di paruh awal gim pertama namun tidak cukup sabar dan ampuh untuk melumpuhkan permainan taktis Minatsu Mitani sehingga takluk 23-25 sedangkan Intanon menyerah kepada Bae Yeon Ju 14-21, 13-21.

 

Busanan Ongbumrungpan juga sempat memberikan perlawanan kepada unggulan teratas, Li Xuerui dan merebut gim pertama 21-19. Namun kematangan sang peraih emas Olimpiade membuatnya mampu membalikkan keadaan di paruh akhir set kedua sehingga merebut kemenangan 21-16, 21-17 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: