Bulutangkismania's Weblog

November 23, 2013

Hong Kong Open SS 2013 : Tommy, Tiga Kali Kalah – Tiga Kali Mengalahkan

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:00 am

Hong Kong 2013Tommy Sugiarto (5) meskipun beberapa kali sempat kalah mengejutkan dari para pemain berepringkat di bawahnya, namun di pertemuan selanjutnya Tommy senantiasa mampu menjadikan pengalaman kekalahan tersebut sebagai kunci untuk meraih kemenangan. Tommy dan Sony yang sama-sama memetik kemenangan akan saling berduel untuk merebut satu tiket final.

 

Setelah di turnamen sebelumnya Tommy mampu melakukan revans atas Kento Momota dan Chen Yuekun, kali ini giliran Wang Zhengming yang menjadi sasaran Tommy berikutnya. Peringkat terbaik Indonesia tersebut dikalahkan oleh Kento pada babak pertama China Masters SS 2013 yang lalu namun mampu dibalas oleh Tommy di event Denmark Open SS Premier 2013 dengan kemenangan dua gim langsung.

 

Pada turnamen yang sama, Tommy juga mengalami kekalahan mengejutkan atas jagoan China, Chen Yuekun namun tak jauh berselang, sepekan setelahnya giliran Tommy yang mengubur harapan Yekun di Perancis.

 

Runner up turnamen China Open SS Premier 2013, Wang Zhengming yang menggagalkan Tommy di babak kedua pada event kali ini menjadi satu-satunya wakil sang negeri tirai bambu yang tersisa di sektor tunggal putra. Namun dengan kematangan dan kemampuan Tommy mengambil pelajaran dari kekelahan sebelumnya, lagi-lagi Tommy berhasil melakukan revans atas lawannya dengan untuk merebut tiket semi final.

 

Bermain dengan pola taktis sebenarnya Tommy sudah mampu unggul di gim pertama hingga kedudukan 12-10. Namun memasuki paruh akhir, Tommy sempat terpancing dan ikut dalam ritme cepat yang dijalankan oleh Zhengming. Keadaan pun berbalik menguntungkan tunggal China. Usai menyamakan kedudukan di angka 15, Tommy kembali harus mengakui keahlian Zhengming dalam pola permainan cepat, 17-21.

 

Belajar dari kekalahan set pertama, Tommy berusaha untuk tampil lebih konsisten dengan ritmenya pada dua gim berikutnya. Tak hanya mendominasi serangan, stamina Zhengming yang juga terlihat terkuras mebuat andalan China ini seringkali melakukan kesalahan sendiri. Counter attack yang terlalu lemah dan gagal melewati net serta pengembalian yang tanggung dari Zhengming membuat dominasi Tommy tak terbendung dengan variasi serangan berupa smash-smash kerasnya  yang menyilang maupun ditujukan ke arah badan Zhengming serta perubahan intensitas pukulan di area depan. Tak menyia-nyiakan kesempatan ini, Tommy menyudahi perlawanan tunggal ke-3 China tersebut, 21-9, 21-12.

 

“Tommy sebetulnya sudah menerapkan strategi yang benar di game pertama. Sayang, dia terpancing irama permainan Zhengming yang cepat, jadi dikontrol terus oleh lawan. Di game kedua dan ketiga, Tommy main dengan polanya sendiri, sabar dan dan pintar mengatur kapan mesti menyerang, kapan mesti ajak reli,” ujar Joko Suprianto seperti yang ditulis situs PBSI.
“Kunci kemenangan saya adalah percaya diri. Kalah dari lawan di pertemuan terakhir tentunya membuat kita jadi ada perasaan tidak yakin, tetapi saya bisa melawan rasa itu. Zhengming sempat panik saat saya bisa mengatasi perubahan kecepatan serta counter attack-nya,” papar Tommy.

 

Amankan Satu Tiket Final

 

Indonesia akhirnya mengamankan satu tiket final sektor tunggal putra setelah pada laga berikutnya Sony Dwi Kuncoro juga memetik kemangan atas sang lawan, Kenichi Tago (4). Tago yang dipaksa menelan 6 kali kekalahan dari Sony pada laga sebelumnya, belum pernah sekalipun mencatat kemenangan atas Sony. Faktor mental juga membantu Sony untuk tampil dominan atas Tago khususnya di poin-poin krusial.

 

Sempat membalikkan keadaan di paruh akhir gim pertama dengan 5 angka beruntun, momentum sebenarnya sudah dikantongi Tago ketika unggul hingga 20-17. Namun meskipun Tago mampu tampil lebih rapi, Sony yang lebih mengandalkan kematangan pengalamannya dan bermain lebih agresif untuk merebut set pertama, 23-21.

 

Duel ketat kembali disajikan kedua pasangan di gim kedua. Saling mengejar dan memimpin satu demi satu poin berlangsung hingga kedudukan 17-17. Lagi-lagi momentum di angka krusial berpihak kepada Sony yang sukses menutup gim kedua lebih dulu, 21-18.

 

“Saya kecewa dengan hasil ini, namun dibanding sebelumnya, saya merasa sudah tampil lebih baik dengan bermain lebih agresif. Sony adalah pemain kelas dunia, saya rasa dia punya kesempatan untuk menjadi juara di turnamen ini,” kata Tago usai pertandingan

 

“Tak ada strategi khusus dalam pertandingan melawan Tago. Hal yang paling penting buat saya adalah saya siap, jadi mau lawan siapa juga bisa. Di pertandingan tadi, saya merasa bisa lebih agresif dari Tago yang mengandalkan stroke dan permainan yang rapi,” beber Sony.

 

Siapapun yang menang antara Tommy atau Sony akan berhadapan dengan pemenang pool lainnya, Lee Chong Wei (1) versus Boonsak Ponsana (8) yang sama-sama menghempaskan wakil Denmark. Lee menundukkan Jan O Jorgensen (6), 21-8, 21-17 sedangkan Boonsak melumpuhkan Hans Kristian Vittinghus, 21-17, 21-16 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: