Bulutangkismania's Weblog

Desember 12, 2013

BWF World Superseries Finals 2013 : Pia, “Di Akhir Kami Malah Melakukan Kesalahan Sendiri”

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:27 am

2013 SS FinalsMeskipun bekal kemenangan Pia/Rizki di turnamen Singapore Open SS 2013 yang lalu atas duo China, Ma Jing/Tang Jinhua mampu diaplikasikan dengan baik oleh para srikandi Indonesia pada gim kedua, sayangnya Pia/Rizki kurang beruntung di poin-poin kritis dan strategi tersebut sedikit terlambat karena sudah lebih dulu kalah telak 3-21 di gim pertama.

 

Bertanding di lapangan 2 pada posisi yang searah dengan lajunya angin, duet Indonesia Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta justru tak mampu bermain sabar memanfaatkan peluang yang ada untuk mengolah bola dan menekan pasangan China, Ma Jing/Tang Jinhua. Pertahanan yang baik dari Ma/Tang justru berbalik menjadi bumerang bagi Pia/Rizki yang banyak melakukan kesalahan sendiri. Usai tertinggal jauh 1-10, tak banyak perubahan yang mampu dilakukan oleh wakil Indonesia sehingga dipaksa menyerah 3-21.

 

“Di gim pertama kami kesulitan untuk mengontrol permainan, dan salah menerapkan strategi. Berada di posisi yang searah dengan angin, kami seharusnya lebih bersabar dan memainkan tempo tapi malah terus-terusan menyerang. Sedangkan pertahanan mereka sulit ditembus dan pertahanan Ma Jin hari ini bagus,” tutur Pia.

 

Perubahan pola permainan Pia/Rizki baru mulai terasa di gim kedua. Tak hanya serangan membabi buta dan tak terstruktur seperti pada gim pertama, kali ini mereka tampil lebih elegan dalam mengelola serangan. Hasilnya cukup signifikan, Pia/Rizki bahkan mampu unggul di paruh awal set kedua, 9-5. Meskipun kembali sukses di levelkan oleh Ma/Tang, pasangan Indonesia ini senantiasa mampu memgimbangi permainan jagoan China dan melakukan perlawanan ketat hingga kedudukan 19-19.

 

Pia/Rizki lebih dulu menyentuh game point 20-19 untuk membuka peluang rubber game. Namun sayangnya tiga kesalahan beruntun membuat tandem srikandi merah putih ini harus mengubur harapan mereka merebut gim kedua, 20-22.

 

“Di game kedua kami sudah mulai bisa bermain cukup baik. Sayang memang di akhir pertandingan kami malah melakukan kesalahan sendiri,” sambung Pia.

 

Ma/Tang sendiri menilai bahwa penampilan Pia/Rizki memang sudah mulai berkembang di gim kedua.

 

“Di gim pertama kami bisa menekan lawan dan start kami bagus, tapi di gim kedua mereka yang bisa meraih angka di awal pertandingan dan sudah mulai terbiasa dengan lapangan. Kami sendiri memang memiliki cukup persiapan untuk turnamen ini, meskipun saya baru pulih dari cedera,” kata Ma Jin usai pertandingan.

 

Meskipun cukup berat, peluang Pia/Rizki masih tetap terbuka di turnamen ini jika mampu memenangkan dua partai berikutnya. Misaki/Matsutomo/Ayaka Takahashi yang mengandaskan mereka di empat pertemuan sebelumnya akan menjadi penantang Pia/Rizki berikutnya.

 

“Mereka salah satu pemain yang belum pernah bisa kami kalahkan. Dari rekor pertemuan pun memang selalu kalah. Bisa mengimbangi tapi akhirnya kami kalah. Semoga besok kami bisa bermain terbaik mungkin dan bisa memenangkan pertandingan,” kata Pia tentang pertandingan mereka selanjutnya.

 

Rizki sendiri mengakui bahwa faktor fisik akan memegang peranan penting dalam laga mereka berikutnya.

 

“Kami sendiri tidak menyangka bisa sampai bermain di sini, inginnya bisa menang. Di sini pemain terbaik berkumpul semua, semoga besok bisa mengalahkan ganda Jepang. Yang jelas kami siap capek,” ujar Rizki.

 

Misaki/Ayaka sendiri yang diunggulkan di posisi teratas grup A justru mengalami kekalahan tak terduga pada turnamen ini ketika menjajal duo Korea Selatan, Kim So Young/Jang Ye Na. Dalam pertarungan berdurasi 53 menit tersebut, para pemain putri Jepang takluk 2 gim langsung, 22-24, 17-21.

 

Sementara itu dua unggulan teratas grup B masih belum menemui kesulitan dan mencatat kemenangan dua set langsung atas lawan-lawannya. Wang Xiaoli/Yu Yang menaklukkan Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda, 23-21, 21-9 sedangkan Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl masih terlalu tangguh bagi andalan Thailand, Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul, sehingga harus menyerah 16-21, 17-21 (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: