Bulutangkismania's Weblog

Desember 14, 2013

BWF World Superseries Finals 2013 : Christinna/Kamilla Sukses Revans atas Wang/Yu

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:58 am

2013 SS FinalsEmpat kali kekalahan beruntun dan membuat pasangan nomor satu dunia, Wang Xiaoli/Yu Yang menjadi sang nemesis Christinna/Kamilla, tandem asal Denmark ini tak lantas patah arang dan akhirnya mampu mengukir rekor terbaiknya atas duo papan atas China tersebut. Melalui laga rubber game, Christinna/Kamilla memastikan diri sebagai juara grup B.

 

Setelah di pertandingan sebelumnya sektor tunggal putra Kenichi Tago mampu menaklukkan sang nemesisnya, Sony Dwi Kuncoro,  kali ini giliran pasangan Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl yang membuat sejarah prestasi terbaik dalam perjalanan karir mereka. Kekalahan di empat pertemuan sebelumnya tanpa balas sejak pertama kali bersua di tahun 2011 serta kemenangan sempurna Wang/Yu di turnamen ini pada dua laga sebelumnya, tak lantas membuat Christinna/Kamilla gentar dan bermain setengah hati.

 

Tampil lebih baik dengan pertahanan yang lebih solid di area depan, Christinna/Kamilla berhasil mengimbangi permainan agresif yang diperagakan oleh Wang/Yu sejak awal gim pertama. Masih mengandalkan serangan smash-smash keras menyilang serta variasi penempatan bola di area baseline, duet Denmark langsung memimpin perolehan angka hingga 10-3. Meskipun Wang/Yu sempat memperkecil selisih angka 8-11, Christinna/Kamilla kembali meninggalkan keduanya 16-11 untuk kemudian mengantongi 5 poin beruntun yang sekaligus menamatkan set pertama, 21-11.

 

Meskipun sempat kecolongan start dan tertinggal 4-8 di awal gim kedua, Christinna/Kamilla kembali menunjukkan kesolidannya dan bermain agresif dengan bola-bola tajam dan bloking sempurna di depan net. Sayangnya paska kedudukan 14-14, Christinna/Kamilla justru melakukan kesalahan beruntun dan mengembalikan bola dengan tak sempurna sehingga membuka peluang Wang/Yu untuk memaksakan rubber game. Enam angka berturut-turut yang di koleksi Wang/Yu menjadi momentum bagi mereka untuk memaksakan rubber game 21-16.

 

Christinna/Kamilla kembali memegang kendali permainan di gim penentuan meskipun senantiasa ditempel ketat oleh Wang/Yu. Andalan negeri tirai bambu tersebut bahkan mampu berbalik unggul 9-8 dan 12-11. Di titik ini khususnya Yu Yang masih belum menemukan ritme terbaik permainannya dan terlalu banyak membuang bola keluar. Pertahanan yang membaik dari Christinna/Kamilla serta beberapa antisipasi bola yang salah dari Wang/Yu secara beruntun kembali membuat kolaborasi Denmark meluncur dalam perolehan angka 17-13 dan mengamankan gim ketiga, 21-15.

 

Hasil ini memastikan Christinna/Kamilla sebagai juara grup B sedangkan Wang/Yu harus puas berada di posisi runner up. Kemenangan duet Jepang, Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda atas pasangan Thailand yang sebenarnya menunjukkan performa memukau di sepanjang turnamen ini, Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul, dalam laga rubber game, 21-19, 16-21, 21-12, menghindarkan mereka dari posisi juru kunci grup B.

 

Sementara itu kekalahan ketiga yang dialami oleh wakil Indonesia, Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta atas wakil Korea Selatan, Jang Ye Na/Kim So Young, praktis menjadikan mereka di peringkat terbawah grup A. Meskipun sempat mencoba mengubah pola permainan di gim kedua menjadi lebih agresif setelah takluk 16-21 di set pertama, Pia/Rizki tetap tak berhasil melampaui perolehan skor yang di kumpulkan oleh Jang/Kim. Keduanya kembali menyerah 16-21 di set kedua.

 

“Ini hasil terbaik yang bisa kami lakukan di sini, kalau ditanya cukup puas, kami cukup puas dengan penampilan kami. Ini Super Series Finals pertama kami, untuk qualified di turnamen ini saja kan tidak mudah, ini sudah prestasi tersendiri bagi kami. Apalagi memang jelang akhir tahun ini performa kami memang agak menurun,” kilah Pia tentang pertandingannya.

 

“Saya menganggap ini sebagai ajang mencari pengalaman dan menguji kemampuan, karena yang bermain di sini kan juga pemain top. Saya bersyukur bisa main di super series finals, dan bisa merasakan atmosfir pertandingannya seperti apa,” tukas Rizki menambahkan.

 

Pasangan yang mengaku hanya melakukan persiapan seminggu sebelum tampil di ajang BWF World Superseries 2013 ini juga tak menyangka bisa menembus elit dunia mengingat ketatnya persaingan di sektor ganda putri.

 

“Saat pertama baru dipasangkan, banyak ganda lain yang kaget dengan permainan kita. Mereka bingung, kita yang enak main, tapi semakin ke sini kan mereka sudah tahu permainan kita, kita yang jadi serba tidak enak mainnya. Ini tentu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami ke depannya, bagaimana untuk bisa terus bersaing, dan semoga bisa kembali main di super series finals,” lanjut Pia.

 

Wakil Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang menempati unggulan teratas grup A justru harus menelan pil pahit tak lolos kualifikasi grup setelah menuai kekalahan kedua atas Ma Jin/Tang Jinhua, 12-21, 15-21 yang akhirnya menjadi pemuncak grup A. Sebelumnya, Misaki/Ayaka yang sempat bertengger di peringkat 2 dunia ini juga tak berkutik saat ditantang Jang Ye Na/Kim So Young dan menyerah 22-24, 17-21.

 

Berdasarkan hasil undian yang dirilis oleh BWF paska pertandingan, Christinna/Kamilla akan menjajal Jang/Kim sedangkan Wang/Yu dan Ma/Tang akan saling bertemu sekaligus memastikan 1 tiket final untuk China (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: