Bulutangkismania's Weblog

Desember 14, 2013

BWF World Superseries Finals 2013 : Liu/Qiu Masih Jadi ‘Pekerjaan Rumah’ PBSI

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:57 am

2013 SS FinalsSetelah beberapa turnamen sebelumnya Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong berhasil menjadi ‘nemesis’ bagi duet nomor satu dunia, Ahsan/Hendra, dengan tiga kekalahan beruntun, kali ini giliran peraih mahkota All England Open SS Premier 2013, Liu/Qiu yang kembali menjungkalkan Ahsan/Hendra untuk kedua kalinya secara berturut-turut menambah daftar ‘pekerjaan rumah’ PBSI yang harus segera dibenahi.

 

Sempat membuka peluang dengan tampil menekan dan dominan di gim kedua, duet peraih gelar BWF World Championships 2013, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan justru bermain anti klimaks dan tak mampu keluar dari tekanan pada gim penentuan. Pengembalian bola-bola Ahsan/Hendra yang cenderung tinggi dengan maksud untuk memperlambat tempo justru membuat pertandingan terkesan ‘santai’ layaknya latihan dan menjadikan mereka sebagai sasaran serang Liu Xiaolong/Qiu Zihan yang memang tampil ngotot sejak gim pertama.

 

Dalam laga yang sudah tidak menentukan di babak penyisihan grup A karena baik Ahsan/Hendra sebagai juara grup maupun Liu/Qiu di posisi juru kunci sudah terpaut 2 kemenangan, pasangan China tetap tampil ngotot dengan permainan agresifnya dan tak mau menyerah begitu saja. Meskipun kandas di dua pertandingan sebelumnya, motivasi dan semangat Liu/Qiu untuk menjaga rekor kemenangan atas Ahsan/Hendra yang mereka ukir di babak semi final All England Open SS Premier 2013 yang lalu menjadikan poin positif tersendiri bagi duet negeri panda tersebut di turnamen ini.

 

Kalah cepat dalam antisipasi permainan depan serta terburu-buru megembalikan bola dengan sempurna membuat posisi Ahsan/Hendra tertinggal dalam perolehan poin gim pertama. Liu/Qiu yang sudah langsung ‘in’ dengan drive-drive datar cepat dan menyulitkan membuat Ahsan/Hendra sulit untuk memotong bola dengan flicking return yang mereka peragakan saat menantang wakil Malaysia, Hoon/Tan di laga sebelumnya.

 

Tertinggal 3-9 hingga 20-12, tak banyak inovasi permainan yang dilakukan oleh Ahsan/Hendra. Selain unggul dalam kecepatan dan power, Liu/Qiu juga mengontrol penempatan bola dan variasi serangan dengan mengubah intensitas dan arah pengembalian bola sehingga beberapa kali gagal diantisipasi oleh ganda merah putih. Selisih yang terlalu jauh memaksa Ahsan/Hendra menyerah 12-21.

 

Strategi memotong bola di depan net dengan flicking return maupun drive-drive cepat yang lebih dalam beberapa kali memaksa Liu/Qiu melakukan kesalahan sendiri atau mengangkat bola membuat dominasi Ahsan/Hendra tak terbendung di gim kedua. Tandem Indonesia langsung meluncur dengan 5-1 hingga 13-6. Qiu Zihan yang memang memiliki pertahanan lebih rapuh beberapa kali menjadi sasaran serang hujaman smash-smash keras Ahsan maupun Hendra. Unggul jauh 18-9, Ahsan/Hendra memastikan laga rubber game usai mengunci Liu/Qiu, 21-11.

 

Menyadari kesalahan pola permainan mereka di gim kedua, Liu/Qiu kembali memaksa Ahsan/Hendra seperti pada set pertama dengan drive-drive yang lebih datar secara agresif menekan dan cepat menyosor pertahanan Ahsan/Hendra di berbagai sudut. Meskipun Ahsan/Hendra sempat meredam permainan cepat Liu/Qiu dengan olahan bola di depan net sehingga menyamakan kedudukan di angka 6, duet China kembali sukses meningkatkan tempo serangan sehingga beberapa kali gagal diantisipasi oleh Ahsan/Hendra.

 

Seperti kehabisan ide, Ahsan/Hendra mencoba untuk tampil lebih rileks dan memperlambat tempo dengan memainkan ritme dan arah pengembalian bola layaknya latihan/pemanasan sebelum pertandingan. Namun strategi ini seperti menjadi bumerang karena mengubah tempo dan sudut pengembalian ternyata juga membuat Ahsan/Hendra lebih banyak berada dalam posisi defensif sehingga membuka peluang bagi Liu/Qiu untuk terus menghujamkan serangannya. Perlahan posisi yang tertekan membuat perolehan angka Ahsan/Hendra kian tertinggal, 6-10 menjadi 9-17 hingga 11-19, dan motivasi dan semangat juang Liu/Qiu pun untuk mempertahankan rekornya akhirnya terbayar 21, 12.

 

Mental bertanding positif yang ditunjukkan oleh Liu/Qiu kembali mengingatkan kita kenapa sampai saat ini dominasi sang negeri tirai bambu begitu sulit dipatahkan. Meskipun ganda putra bisa dikatakan terlemah diantara 4 sektor lainnya, anak-anak asuh Li Yongbo tersebut senantiasa mampu menyajikan perlawanan terbaiknya bahkan di titik-titik nadhir yang sebenarnya sudah tidak menentukan sekalipun. Dua kemenangan yang diraih Ahsan/Hendra sebelumnya tetap menjadikan mereka sebagai juara grup A sedangkan Liu/Qiu dengan catatan 2 kekalahan beruntun harus puas di posisi juru kunci.

 

“Pertandingan tadi memang sudah tidak menentukan lagi, karena apa pun yang terjadi kami sudah juara grup. Di pertandingan tadi kami memanfaatkannya untuk mempelajari permainan mereka, jika nanti kami harus berhadapan lagi dengan mereka. Kami sudah mencoba sebaik mungkin, memang hasilnya ya kami kalah,” kelit Ahsan usai pertandingan.

 

Menemani Ahsan/Hendra ke empat besar adalah duet Korea Selatan, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang. Duo Kim berhasil mengandaskan harapan publik tuan rumah, Hoon Thien How/Tan Wee Kiong dalam laga dua gim, 21-18, 22-20.

 

Sementara itu di grup yang berbeda, perseteruan berlangsung lebih sengit paska mundurnya wakil Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata pada laga hari kedua sebelumnya. Kemenangan Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae atas peringkat teratas sementara grup B, Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo, 21-13, 21-17 kian menambah ketatnya persaingan karena masing-masing pasangan berhasil saling mengalahkan satu sama lain.

 

Tak hanya itu, kemenangan yang diraih oleh setiap penghuni grup juga diraih dengan dua set langsung sehingga perhitungan agregat jumlah set menang-kalah yang akhirnya menjadi penentu posisi juara dan runner up.

 

Sebelumnya, Mathias Boe/Carsten Morgensen menghempaskan Ko/Lee, 21-16, 21-19 sedangkan Mathias/Carsten berbalik terjungkal saat ditantang Hirokatsu/Noriyasu, 18-21, 15-21. Sehingga dengan demikian Ko/Lee berhak menjadi juara grup dengan 35 poin yang diraihnya saat ditundukkan Mathias/Carsten sedangkan wakil Denmark harus puas menjadi runner up dengan 33 poin yang mereka bukukan saat menelan kekalahan atas Hiroyuki/Kenichi.

 

Pasangan Jepang sendiri yang hanya mampu merebut 30 poin saat dihempaskan oleh Ko/Lee akhirnya harus rela tersingkir dari turnamen ini dan menempasti posisi ketiga grup B.

 

“Siapa pun lawannya, kami siap untuk melakukan yang terbaik. Mereka memiliki kekuatan yang sama, dan punya kesempatan yang sama. Kita harus lebih siap,” ujar Hendra.

 

Berdasarkan hasil undian, Ahsan/Hendra akan menjajal Mathias/Carsten sedangkan Korea Selatan memastikan 1 wakil ke babak final dengan mempertemukan Ko/Lee dan Ki Jung/Sa Rang di laga empat besar lainnya (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: