Bulutangkismania's Weblog

Desember 14, 2013

BWF World Superseries Finals 2013 : Tontowi/Liliyana, Markis/Pia Jadi Juru Kunci

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:55 am

2013 SS FinalsKekelahan beruntun tiga pertandingan yang dilakoni secara kompak oleh sektor campuran Indonesia pada grup yang berbeda membuat mereka harus puas berada di peringkat terakhir. Tontowi/Liliyana yang sedianya merupakan unggulan teratas grup B gagal mengatasi perlawanan sang pemuncak grup, Joachim/Christinna sedangkan Markis/Pia di jungkalkan oleh wakil tuan rumah, Chan/Goh.

 

Kekalahan dua set langsung yang dialami oleh wakil sang garuda di sektor campuran tidak hanya menutup peluang mereka ke babak selanjutnya tapi juga sekaligus menempatkan peringkat 2 dunia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta pasangan kakak-adik, Markis Kido/Pia Zebadiah di peringkat terakhir grup masing-masing.

 

Menghadapi duet Denmark yang mereka taklukkan di babak final turnamen China Open SS Premier 2013, Joachim Fischer/Christinna Pedersen, pasangan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir lebih banyak bermain terbuka dan tidak mengandalkan bloking-bloking depan net yang sebelumnya menjadi senjata andalan mereka. Bola-bola drive cepat ke setiap sudut lapangan serta agresivitasnya dengan terus menekan pertahanan lawan menjadikan gaya pertandingan kedua pasangan menjadi gaya khas Eropa yang diinginkan oleh Joachim/Christinna.

 

Mencoba untuk mengimbangi perolehan poin, posisi Tontowi/Liliyana yang lebih banyak tertekan membuat mereka seringkali tertinggal dan justru berpeluang lebih banyak melakukan kesalahan sendiri. Sempat mempertipis selisih angka 18-19 setelah tertinggal jauh 12-18, reli-reli cepat yang ditutup oleh antisipasi yang salah dari Tontowi/Liliyana akhirnya menutup peluang mereka, 19-21.

 

Jika di gim pertama pasangan Indonesia masih mampu menunjukkan perlawanan dan pertahanan yang solid meskipun akhirnya kalah, set kedua menjadi anti klimaks bagi keduanya. Usai kedudukan 7-8, kesalahan beruntun Tontowi di depan net maupun saat melakukan serangan serta olahan bola tanggung Liliyana yang beberapa kali membuka peluang Joachim/Christinna untuk menekan dan tetap berada di atas angin.

 

Meluncur jauh 16-7 hingga 19-9 dengan memanfaatkan unforced error Tontowi/Liliyana, duo Denmark tak menemui banyak kesulitan untuk kembali memetik kemenangan 21-12.

 

Hasil ini sekaligus memastikan posisi sang juara dunia dan juara All England dua kali beruntun tersebut di posisi terbawah grup B. Sementara itu kemenangan ketiga yang dibukukan Joachim/Christinna tidak hanya mengokohkan posisi sebagai juara grup B tapi juga menghindarkan mereka dari juara grup A, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Kemenangan telak Xu Chen/Ma Jin atas Sudket Parpakamol/Saralee Thoungthongkam, 21-6, 21-13 membuat mereka berhak untuk menemani Joachim/Christinna ke babak semi final.

 

Tak hanya Tontowi/Liliyana, pasangan Indonesia lainnya, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth juga harus puas di posisi juru kunci grup A setelah mengalami kekalahan ketiga atas wakil tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Sempat mengimbangi permainan Chan/Goh, banyaknya kesalahan sendiri yang di lakukan oleh Markis Kido saat mencoba menyebrangkan bola di depan net khususnya di poin-poin krusial mengubur harapan peringkat 9 dunia tersebut, 18-21, 19-21.

 

Kemenangan Chan/Goh ini sekaligus memastikan kedudukan mereka sebagai runner up grup A dan berhak untuk mendampingi sang juara, Zhang Nan/Zhao Yunlei ke laga empat besar. Duo Z sendiri sukses melakukan revans dengan memetik kemenangan di laga ketiga mereka atas tandem suami-istri, Chris Adcock/Gabrielle Adcock yang di turnamen semi final Hong Kong Open SS 2013 membuat kejutan dengan melibas keduanya.

 

Dalam laga berdurasi 38 menit, Zhang/Zhao memastikan tampuk juara grup A dengan catatan kemenangan 21-15, 21-17 atas Chris/Gabby.

 

Berdasarkan hasil undian yang dirilis oleh BWF usai laga penyisihan grup, Zhang/Zhao akan kembali menantang Chan/Goh untuk memperebutkan satu tiket final sedangkan Joachim/Christinna wajib mengulang dominasinya atas Xu Chen/Ma Jin seperti pada laga penyisihan grup jika ingin melenggang ke partai final (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: