Bulutangkismania's Weblog

Desember 14, 2013

BWF World Superseries Finals 2013 : Sony Mundur, Tommy Juara Grup

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 9:56 am

2013 SS FinalsCedera yang dialami oleh tunggal putra Indonesia, Sony Dwi Kuncoro memaksanya harus menarik diri dari turnamen ini. Dengan demikian, posisi juara grup B akan diperebutkan oleh Tommy Sugiarto dan Kenichi Tago yang sama-sama merebut kemenangan atas penghuni lainnya, Hu Yun. Duel seru tiga gim tersebut akhirnya dimenangkan oleh Tommy namun takdir hasil undian kembali mempertemukan mereka di babak semi final.

 

Tampil agresif sejak awal gim pertama hingga poin-poin kritis gim pertama membuat Tommy Sugiarto mendominasi jalannya pertandingan dan mampu memenangkan pertandingan. Tak hanya minim serangan yang dilancarkan oleh Kenichi Tago, tunggal Jepang tersebut juga bermain lebih defensif dan banyak membuat kesalahan sendiri, termasuk saat balik menyerang maupun pengembalian yang tanggung dan tak sempurna.

 

Paska terpaut 10-7 untuk keunggulan Tommy, kedua pemain yang memiliki kemampuan relatif berimbang ini terlibat saling mengejar angka hingga titik 14-14. Beberapa unforced error yang dilakukan Tago dari pengembalian tak sempurna dan pola defensifnya membuat Tommy sukses memetik 7 poin beruntun dan menamatkan gim pertama 21-14.

 

Tago mulai mempercepat tempo dan lebih agresif menyerang di gim kedua. Perubahan ini mampu membuatnya unggul jauh 11-4 saat jeda interval. Namun inkonsistensi performa Tago membuat Tommy mampu menyamakan kedudukan di angka 11 dan kedua pemain kembali terlibat perseteruan sengit saling mengejar angka hingga kedudukan 18-18. Tago meraih match point lebih dulu dengan 2 angka berturut-turut namun mampu di levelkan oleh Tommy dengan balik menekan pertahanan Tago. Sayangnya kecerobohan Tommy karena terburu-buru ingin mematikan lawan menutup peluangnya, 20-22.

 

Gim ketiga berlangsung dengan skenario yang hampir sama dengan set kedua namun ending yang berbeda. Tago memimpin sebagian besar perolehan angka yang kemudian senantiasa mampu disamakan oleh Tommy. Tak seperti pada gim pertama dimana Tommy mampu lebih agresif dengan memanfaatkan pola bertahan yang di terapkan Tago, kali ini tunggal terbaik sang garuda tersebut lebih memilih tampil safe dengan permainan taktis dan meminimalisir serangan beruntun setelah beberapa counter attack tunggal negeri sakura tersebut justru menjadi bumerang bagi Tommy.

 

Momentum kemenangan sebenarnya sudah digenggam oleh Tago saat merebut 3 poin beruntun di angka-angka krusial saat kedudukan 16-16. Namun permainan taktis Tommy dengan tetap mempercepat tempo dan tampil menekan di area depan kembali membuka peluangnya, 19-19. Dua kesalahan antisipasi bola yang dilakukan Tago memastikan Tommy menjadi juara grup B, 21-19.

 

“Di gim pertama saya bisa mengontrol jalannya pertandingan. Dia tidak terlalu agresif di gim pertama. Sementara di dua gim berikutnya dia sempat bermain agresif tapi tidak konsisten. Mungkin ini juga terpengaruh dengan staminanya yang dua hari lalu terus bermain tiga gim,” papar Tommy tentang sang lawan.

 

Di sisi lain, Tago mengaku tidak terlalu menghiraukan hasil akhir ini. Terlepas dia menjadi juara grup atau tidak.

 

“Pertandingan tadi sudah tidak menentukan lagi, karena saya juga sudah bisa lolos dari Grup B, siapa pun lawannya nanti saya siap,” ujar Tago.

 

Tommy sendiri senang bisa mempertahankan kiprahnya di turnamen para pemain elit dunia ini. Dengan menjadi juara grup, Tommy bisa menghindari wakil tuan rumah, Lee Chong Wei yang juga menjadi juara di Grup A setelah menundukkan Jan O Jorgensen, 23-21, 24-22. Meskipun kandas atas Lee, pebulu tangkis Denmark tersebut tetap melenggang ke empat besar setelah mengantongi dua kemenangan atas lawan lainnya, Boonsak Ponsana dan Wang Zhengming. Zhengming akhirnya menempati posisi paling buncit grup A usai menelan kekalahan ketiga atas Boonsak, 18-21, 15-21.

 

“Saya tentu senang dengan kemenangan ini, mundurnya Sony memang membuat peluang saya lebih terbuka. Dan akhirnya saya bisa menjadi juara grup, bisa menghidari bertemu Lee di semifinal,” kata Tommy.

 

Tommy menjadi harapan terakhir Indonesia di sektor tunggal putra setelah wakil lainnya, Sony Dwi Kuncoro mundur karena cedera. Berdasarkan keterangan dari manajer tim Indonesia, Aryono Miranat, cedera tersebut bukan dialami Sony saat pertandingan kemarin.

 

“Sony sebetulnya masih baik-baik saja setelah bertanding kemarin. Cederanya kambuh saat ia turun dari bus, jadi Sony mundur dari turnamen ini,” jelas Aryono.

 

Jika boleh memilih lawan, Tommy ternyata lebih menginginkan untuk menjajal Jan O Jorgensen karena peningkatan performanya di beberapa turnamen terakhir.

 

“Jika bisa memilih, saya lebih memilih untuk bertemu dengan Jorgensen, karena saya belum pernah bertemu dia sebelumnya. Dia pun akhir-akhir ini sedang menampilkan performa yang meningkat. Saya lebih ingin bertemu dengan dia,” imbuh Tommy.

 

Sayangnya harapan Tommy untuk bertemu Jorgensen tak terealisasi setelah hasil undian babak semi final kembali mempertemuannya dengan Kenichi Tago sedangkan Jorgensen akan memperebutkan tiket final dari Lee Chong Wei (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: