Bulutangkismania's Weblog

Desember 15, 2013

BWF World Superseries Finals 2013 : Melenggang Ke Final, Tommy Tantang Chong Wei

Filed under: Turnamen — bulutangkismania @ 10:06 am

2013 SS FinalsPebulu tangkis Indonesia, Tommy Sugiarto berhasil mengulangi kesuksesannya saat berhadapan dengan Kenichi Tago untuk memperebutkan tiket babak final BWF World Superseries Finals 2013. Meskipun kembali diajak berduel tiga gim, Tommy kali ini tampil lebih baik dan mampu mengatur ritme pertandingan. Sang penantang beikutnya adalah unggulan teratas sekaligus favorit juara, Lee Chong Wei.

 

Menghadapi lawan yang sama seperti laga sebelumnya di babak penyisihan grup, Tommy Sugiarto mampu bermain taktis dengan tetap agresif melakukan serangan demi serangan ke area pertahanan Kenichi Tago. Dominan dalam serangan dan minim kesalahan sendiri, Tommy mampu unggul dalam perolehan angka hingga kedudukan 16-7. Banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan oleh tunggal terbaik negeri sakura tersebut kian membuat posisinya berada dalam tekanan dan menguntungkan Tommy.

 

Tago sempat mempertipis selisih angka menjadi 14-17 dengan memanfaatkan beberapa unforced error Tommy dan serangan agresifnya di area depan. Empat poin beruntun yang diraih Tommy dari penempatan sempurna di area baseline, smash tajam yang tak mampu diantisipasi Tago serta placing depan Tommy yang bergulir di bibir net memastikan gim pertama menjadi miliki Tommy, 21-14.

 

Pertandingan berlangsung lebih seru dan ketat di gim kedua. Kedua pemain berusaha untuk tampil ngotot dan menyerang serta saling mengejar dan memimpin perolehan angka. Dari kedudukan 3-1 untuk Tago hingga 19-18, silih berganti saling mengungguli dengan selisih 1-2 angka berjalan mendebarkan. Tago lebih dulu meraih momentum dengan memanfaatkan bola tanggung Tommy di atas net, 20-18. Namun Tommy tak lantas menyerah mudah dan mampu melakukan variasi serangan dengan mengubah sudut dan arah. Sayangnya 1 pengembalian mengambang Tommy yang terlalu tinggi mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Tago untuk menutup gim kedua, 21-19.

 

Permainan menekan Tommy di area depan pada gim ketiga dengan tetap konsisten melakukan variasi serangan kembali membuatnya berada di atas angin. Ia yang bermain apik, ditambah pukulan Tago yang kian tidak akurat, membuat Tommy meluncur jauh 9-4. Seolah-olah merupakan anti klimaks setelah penat bertanding 3 gim di sepanjang perhelatan turnamen ini, Tago hanya mampu meraih 1 angka untuk kemudian dikunci oleh Tomy secara dramatis dengan 12 poin beruntun, 21-5.

 

“Di pertandingan tadi, Tago tidak seperti sebelumnya. Dia habis-habisan di gim kedua, sepertinya stamina dia sudah turun. Ditambah saya juga akhirnya bisa lebih memainkan tempo permainan, kapan saya harus melakukan reli, kapan harus agresif menyerang,” tutur Tommy tentang kemenangannya.

 

Sebelumnya Tommy berujar bahwa ia lebih berharap untuk bertemu dengan Jan O Jorgensen di babak semifinal. Namun hasil undian membuatnya harus kembali bersua dengan Tago.

 

“Sebetulnya saya berharap untuk bertemu dengan Jorgensen di semifinal, karena saya merasa tidak nyaman jika harus bertemu kembali dengan Tago. Rasa ingin revans dia pasti besar, tapi beruntung saya bisa mengatasi hal itu tadi,” lanjut Tommy.

 

Sementara Tago sendiri mengakui bahwa kali ini, Tommy secara mental lebih baik dibanding dirinya.

 

“Kali ini Tommy lebih percaya diri dan lebih memiliki hasray besar untuk menang, apalagi kemarin saya baru kalah juga dari dia. Mungkin faktor kekalahan saya hanya masalah mental kali ini,” papar Tago.

 

Tommy mengaku senang dengan capaiannya sejauh ini. Membuka turnamen dengan kekalahan atas kompatriotnya, Sony Dwi Kuncoro di laga perdana, Tommy akhirnya mampu bangkit dan menjadi finalis.

 

“Saya tentu senang akhirnya bisa sampai ke babak final, apalagi saya memulai turnamen ini dengan kekalahan. Tapi akhirnya saya berhasil bermain baik, dan bisa sampai final,” ujarnya.

 

“Di final nanti, tentu saya ingin melakukan yang terbaik. Akan menjadi prestasi tersendiri bagi saya jika bisa mengalahkan Lee,” pungkasnya.

 

Lawan Tommy selanjutnya, Lee Chong Wei  sudah lebih dulu mengantongi tiket final usai membukukan kemenangan atas lawan yang juga ditaklukannya pada babak penyisihan grup, Jan O Jorgensen. Hanya kali ini, pemain nomor satu Eropa tersebut tidak tampil begitu ngotot seperti pada laga sebelumnya.

 

Dominan dalam permainan di depan net dengan didukung gerakan lincah dan antisipasi sigap dan jumping smash tajam, Lee kembali melibas Jorgensen dua gim langsung, 21-14, 21-16.

 

“Dia sudah unggul sejak awal gim pertama dan saya yang tertinggal senantiasa berusaha mengejar dari belakang. Menurut saya penampilan kali ini tidak terlalu buruk. Sedikit masalah angin di lapangan hari ini dan dia mengontrol bola dengan lebik baik. Perbedaan utama antara permainan kita hari ini adalah dia mampu menerapkan strategi dengan lebih baik,” tukas Jorgensen usai pertandingannya (FEY).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: