Bulutangkismania's Weblog

India Open SS 2013 : Hattrick Tontowi/Liliyana

India Open Superseries 2013Meskipun hanya meloloskan satu wakilnya ke partai puncak, kabar baik berhasil ditorehkan oleh unggulan teratas sektor campuran, Tontowi/Liliyana setelah berhasil naik ke podium tertinggi untuk tahun yang ketiga secara beruntun. Duet senior Jepang, Miyuki/Satoko sukses menggulingkan jagoan Eropa sedangkan

 

Untuk ketiga kalinya secara beruntun duet peringkat dua dunia asal Indonesia Tontowi/Liliyana (ToLyn) berhasil menjuarai turnamen yang sama, India Open Superseries meskipun menghadapi lawan yang berbeda-beda. Tampil konsisten di turnamen ini dan terus menekan sejak awal gim pertama menjadi kunci kesuksesan ToLyn. Menantang pasangan Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, yang sedang naik daun usai menjadi kampiun di turnamen Asia Championships 2013 dengan menundukkan beberapa nama besar, ToLyn mampu tampil solid dengan ritme permainannya.

 

Empat poin pertama berhasil diraih ToLyn dari permainan tipis di depan net. Beberapa pengembalian yang tidak sempurna dari ToLyn membuat pasangan Korea mampu memperkecil selisih poin 3-4. Terus menekan dengan permainan cepat di depan net serta tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk terus menyerang saat mendapatkan bola lambung membuat ToLyn kembali unggul jauh hingga 18-9. Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh ganda Korea khususnya Kim Ha Na saat mengembalikan bola di depan net juga menumbuhkan kepercayaan diri kepada ToLyn untuk terus memimpin.

 

Ko/Kim sempat meminimalisir selisih poin 15-19 saat mampu meladeni permainan cepat ToLyn di depan net serta penempatan yang akurat di area tak terjangkau pasangan Indonesia. Pengembalian ToLyn yang juga seringkali tidak sempurna membuat Ko/Kim beberapa kali meraih poin dengan tampil menekan. Permainan depan net Liliyana yang lebih baik serta pengembalian melebar dari Kim Ha Na memastikan kemenangan Indonesia di gim pertama, 21-16.

 

Set kedua berlangsung lebih ketat dan seru khususnya di paruh awal hingga kedudukan 12-11 untuk ToLyn. Kedua pasangan mencoba untuk saling menekan dengan tampil sempurna di depan net sehingga pengembalian lawan menjadi tanggung atau melebar keluar lapangan. Meskipun pasangan Korea Selatan mampu menunjukkan pertahanan yang kokoh dengan membalikkan serangan smash-smash dari Tontowi, kesalahan beruntun dan pengembalian yang tak sempurna dari Kim Ha Na serta smash Ko Sung Hyun yang terlalu terburu-buru dan gagal melewati net kembali membuat tandem Indonesia berada di atas angin dan meraih 6 poin beruntun.

 

Ko/Kim sempat menambah dua angka dari penempatan Tontowi yang terlalu lemah di depan net sehingga mengubah kedudukan 13-19 namun netting tipis Liliyana yang dikembalikan keluar oleh Kim serta bola menyilang Kim yang tanggung di atas net dan diselesaikan oleh smash Liliyana berhasil menutup gim kedua untuk kemenangan merah putih, 21-13.

 

India Open 2013 ToLyn FB“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dengan gelar ini. Target kami di sini sudah tercapai. Menjadi juara untuk yang ketiga kalinya di India Open membuat kami lebih percaya diri untuk mengejar gelar-gelar selanjutnya,” kata Tontowi seperti yang dikutip oleh situs PBSI, badmintonindonesia.org.

 

“Kunci kemenangan kami adalah kami menerapkan strategi yang tepat, kami lebih banyak menekan dan tidak memberikan kesempatan kepada pasangan Korea ini untuk mengeluarkan permainannya,” Liliyana menambahkan.

 

“Pasti nambah percaya diri, kalau ternyata kami bisa meraih gelar kedua tahun ini setelah sebelumnya pertahankan gelar di All England 2013. Selanjutnya target kami adalah Piala Sudirman dan Kejuaraan Duna 2013,” ujar Tontowi yang diiyakan Liliyana.

 

Liu/Qiu Pertahankan Konsistensi

 

Konsistensi ternyata tidak hanya dipertahankan oleh Tontowi/Liliyana yang bertarung di sektor campuran. Liu Xiaolong/Qiu Zihan (8) yang menjadi kampiun All England Open SS Premier 2013 kembali memetik kejayaan atas peringkat 3 dunia, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae dan menjuarai turnamen ini. Di sektor putri, duel Asia versus Eropa akhirnya dimenangkan pasangan senior Jepang, Miyuki/Satoko dalam pertandingan tiga gim yang tak kalah serunya.

 

Pada pertemuan terakhir menghadapi Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae di turnamen German Open GP Gold 2013, duet China Liu/Qiu memetik kemenangan mudah dua gim. Paska turnamen tersebut, Liu/Qiu kembali menjuarai All England Open SS Premier 2013 dengan menumbangkan sejumlah nama besar seperti Mathias/Carsten peringkat 1 dunia, Hiroyuki/Kenichi asal Jepang serta ganda Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Konsistensi Liu/Qiu kembali teruji di turnamen ini saat kembali sukses menekuk Mathias/Carsten serta peringkat satu Indonesia, Angga Pratama/Ryan Agung.

 

Menghadapi Ko/Lee di laga pamungkas, Liu/Qiu berhasil menerapkan pola permainan menekan dan bola-bola pendek di depan net. Sempat tertinggal 10-13 paska jeda interval gim pertama, Liu/Qiu mampu bangkit dan berbalik ungggul 18-15 dan 20-18. Meskipun Ko/Lee berhasil balik menekan dengan smash-smash kerasnya setelah beradu drive di depan net untuk menyamakan kedudukan, Liu/Qiu yang tampil lebih variatif dengan pukulan dan sudut pengembalian bola akhirnya menutup set ini lebih dulu, 22-20.

 

India Open 2013 LiuQiuKo/Lee sebenarnya mampu mendominasi pertandingan dan perolehan poin di paruh awal gim kedua hingga kedudukan 13-11. Enam poin beruntun yang dikoleksi oleh Liu/Qiu berbalik membuat mereka unggul 17-13. Meskipun Ko/Lee sempat melevelkan kembali angka mereka dengan smash-smash keras, permainan net serta beberapa pengembalian tak sempurna Qiu Zihan, namun kesalahan beruntun yang dihasilkan dari pertahanan kurang solid pasangan Korea Selatan mengantarkan Liu/Qiu pada podium juara, 21-18.

 

Pertandingan yang juga tak kalah seru dan berlangsung ketat terjadi di nomor ganda putri. Unggulan ke-2, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl asal Denmark berhadapan dengan ganda senior Jepang, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (4). Tidak seperti pada saat menghadapi ganda muda Korea Selatan di babak sebelumnya, kali ini Christinna/Kamilla harus berjibaku tiga gim selama hampir satu jam.

 

Unggul dengan permainan depan dan smash-smash kerasanya, pasangan Denmark sempat kesulitan untuk mengimbangi permainan reli pasangan Jepang di awal gim pertama. Meskipun beberapa kali Miyuki/Satoko sempat melakukan kesalahan sendiri dengan mengembalian bola keluar lapangan, smash-smash overhead Christinna/Kamilla yang beberapa kali menyangkut di net juga membuat ganda Jepang mampu mengembangkan permainan mereka sehingga mampu unggul 12-9.

 

Pertahanan pasangan Jepang yang sedikit kendor serta angin yang berhembus di dalam ruangan saat Satoko/Miyuki mencoba mengembalikan smash-smash keras pasangan Denmark yang membuat pengembalian melebar keluar lapangan memudahkan Christinna/Kamilla untuk merebut 12 poin beruntun dan menutup gim pertama 21-12.

 

India Open 2013 ChrisKamilChristinna/Kamilla kembali konsisten menerapkan pola menyerang dan permainan di depan net pada gim kedua. Sempat unggul hingga 5-3 namun berbalik saat Satoko/Miyuki berhasil mengubah variasi pukulan dan sudut pengembalian sehingga mereka tertinggal 6-10. Smash beruntun Christinna/Kamilla serta permainan spkeluatif Kamilla di depan net membuat ganda Denmark akhirnya menyamakan kedudukan di angka 10. Paska jeda interval, kedua pasangan terlibat reli-reli dan saling menekan sehingga kejar mengejar angka serta saling memimpin berlangsung hingga kedudukan 19-19 dengan selisih 1-2 poin. Christinna/Kamilla sempat dua kali match poin duo Jepang namun ketenangan dan kematangan Satoko/Miyuki membuat mereka berhasil memaksakan rubber game, 23-21.

 

India Open 2013 MiyuSatoPada gim ketiga Christinna/Kamilla sempat beberapa kali kehilangan konsentrasi dan melakukan kesalahan sendiri. Meskipun masih tetap dengan pola menekan dan menyerang, beberapa kali Satoko/Miyuki unggul dalm adu reli dan mampu membalikkan keadaan. Senantiasa unggul dalam perolehan poin membuat ganda Jepang tampil lebih lepas dan percaya diri. Permainan merekapun berkembang dengan penempatan bola-bola yang menyulitkan pasangan Denmark. Meskipun Christinna/Kamilla mampu menyamakan kedudukan di angka 17 usai tertinggal 11-15, kolaborasi Jepang yang unggul dan jeli dalam pengembalian bola dengan variasi dan sudut pukulan berbalik menyulitkan pasangan Denmark sehingga tanggung dan tidak sempurna saat mencoba membendung bola. Tiga poin beruntun yang dikoleksi Miyuki/Satoko menjadi momentum mereka untuk memastikan kemenangan 21-18 (FI).

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: